JAKARTA – Peristiwa memilukan mengguncang Kabupaten Probolinggo. Seorang pelajar berusia 16 tahun berinisial AFA ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu siang (7/1/2026). Remaja yang seharusnya mengisi hari-harinya dengan belajar dan bercanda itu diduga tak mampu lagi menahan tekanan psikologis akibat perundungan di lingkungan sekolah.
Kabar duka ini menyisakan luka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas. Dugaan kuat bahwa korban mengalami tekanan batin berkepanjangan membuka kembali fakta pahit tentang bahaya perundungan yang kerap luput dari perhatian.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anisah Syakur, mengaku sangat terpukul atas tragedi tersebut. Ia menyebut peristiwa ini sebagai alarm keras bagi semua pihak.
“Peristiwa ini sangat menyayat hati dan menjadi peringatan keras bagi kita semua. Dugaan perundungan yang dialami almarhum menunjukkan masih banyak anak yang menanggung beban psikologis berat dalam diam, tanpa pendampingan yang memadai,” ujar Anisah, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, tekanan psikologis bisa menimpa siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja yang terlihat baik-baik saja di luar, namun menyimpan luka batin di dalam.
“Pendampingan terhadap anak tidak boleh hanya dibebankan kepada guru atau sekolah. Orang tua, keluarga, dan lingkungan terdekat harus hadir sebagai tempat anak bersandar dan bercerita,” tegasnya.
Anisah juga mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan sikap dan perilaku anak. Sinyal sekecil apa pun, menurutnya, bisa menjadi jeritan minta tolong yang tak terdengar.
“Ketika anak merasa sendirian, tidak didengar, dan tidak dipedulikan, tekanan itu bisa menghancurkan mentalnya perlahan. Dalam kondisi terburuk, anak bisa kehilangan harapan hidup,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan tragedi ini sebagai titik balik dalam membangun lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan.
“Ini bukan sekadar tragedi keluarga, ini tragedi sosial. Kita semua bertanggung jawab agar tidak ada lagi anak yang harus mengakhiri hidupnya karena merasa tak punya tempat untuk mengadu,” pungkas Anisah.
Penulis : lazir
Editor : ameri





