SPMB 2025 Tanpa Pungli dan Titipan, Kemendikdasmen Puji Praktik Baik Daerah

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi susana SPMB Tahun 2025 di daerah (ilustrasi oleh ai-rentak.id)

Ilustrasi susana SPMB Tahun 2025 di daerah (ilustrasi oleh ai-rentak.id)

JAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen) Gogot Suharwoto mengapresiasi seluruh pemerintah daerah atas peran aktif dan komitmennya dalam menyukseskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025.

Pelaksanaan SPMB tahun ini dinilai berjalan lancar, transparan, dan lebih akuntabel berkat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga serta keterlibatan masyarakat.

“Alhamdulillah, hingga awal Juli, proses SPMB 2025 berlangsung dengan baik. Ini adalah hasil gotong royong nasional,” ujar Gogot dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

SPMB 2025 Berbasis Kolaborasi
SPMB 2025 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025. Penyusunannya melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, KPAI, Ombudsman RI, BRIN, Litbang Kompas, asosiasi guru dan pendidikan, forum orang tua murid, hingga para akademisi.

Lebih dari itu, Kemendikdasmen membentuk Forum Pengawasan Bersama dengan melibatkan KPK, Polri, Komisi Nasional Disabilitas, dan unsur pengawas lainnya untuk menjaga integritas proses penerimaan siswa.

“Prinsipnya adalah bersih, objektif, transparan, akuntabel, adil, dan tanpa diskriminasi,” tegas Gogot.

Langkah Mitigasi Cegah Kecurangan
Kemendikdasmen mengedepankan strategi mitigasi sejak awal, seperti:

Pembentukan Forum Pengawasan Bersama yang menangani aduan, mencegah pungli, dan memastikan proses berjalan sesuai aturan;

Instruksi resmi kepala daerah sebagai bentuk pencegahan dini terhadap praktik titipan atau gratifikasi;

Posko pengaduan multi-level di sekolah, dinas pendidikan, dan pusat untuk menjamin akses layanan dan penanganan aduan;

Integrasi sistem SPMB dengan Dapodik, termasuk penguncian daya tampung sekolah untuk menghindari manipulasi;

Respons cepat terhadap isu viral, seperti antrean pendaftaran atau dugaan pelanggaran, dengan mekanisme korektif bersama.

“Mitigasi ini terbukti efektif, dan semua dinamika di lapangan bisa ditangani secara kolaboratif,” kata Gogot.

Contoh Praktik Baik Daerah
Gogot juga mengapresiasi berbagai inisiatif inspiratif dari daerah, seperti:

Kolaborasi dengan sekolah swasta disertai bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu,

Deklarasi komitmen SPMB bersih yang melibatkan KPK dan Ombudsman,

Instruksi kepala daerah yang tegas dalam mencegah pungli dan gratifikasi,

Posko pengaduan yang responsif dan humanis,

Penggunaan teknologi Dapodik untuk transparansi daya tampung,

Pelibatan siswa dalam pelayanan publik saat proses pendaftaran.

Kota Depok disebut sebagai salah satu contoh daerah yang inovatif dengan meluncurkan Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk siswa SMP dan MTs dari keluarga kurang mampu.

Harapan untuk SPMB 2026
Menutup pernyataannya, Dirjen Gogot menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan SPMB 2025, termasuk media dan masyarakat luas. Ia berharap sinergi yang terbentuk dapat terus berlanjut menuju pelaksanaan SPMB 2026.

“Visi kita bersama adalah Pendidikan Bermutu untuk Semua. Mari kita jaga integritas proses ini agar tetap bersih dan berpihak pada keadilan,” pungkas Gogot.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru