JAKARTA – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan, Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan 17 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
Penandatanganan ini berlangsung di Serpong, Tangerang, Banten, pada Kamis (19/6), sebagai bagian dari peluncuran program prioritas Revitalisasi Satuan PAUD Tahun 2025.
Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menyebut bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan transformasi layanan PAUD secara menyeluruh.
“Revitalisasi PAUD bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan, pembelajaran bermakna, dan integrasi teknologi dalam proses belajar anak-anak usia dini,” tegas Gogot, Kamis (20/6/2025)
Kerja sama strategis ini dirancang untuk merekrut dan menyiapkan Tenaga Ahli Pendamping dari kalangan akademisi perguruan tinggi yang akan terjun langsung mendampingi satuan pendidikan dalam pelaksanaan program revitalisasi.
Direktur PAUD, Nia Nurhasanah, menjelaskan bahwa para pendamping akan memainkan peran penting dalam menjamin efektivitas program, mulai dari asistensi teknis hingga pelaporan dan evaluasi. “Tenaga Ahli akan bertugas melakukan pemantauan intensif, memberi pendampingan teknis, menyusun laporan berkala, dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan daerah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pendamping dari PTN juga akan membantu mengawal penggunaan anggaran agar tetap tepat sasaran dan sesuai regulasi. Proses seleksi dan penempatan tenaga ahli akan melibatkan PTN yang berada di wilayah target revitalisasi, sehingga pendekatan yang dilakukan lebih kontekstual dan adaptif.
Integrasi Dua Agenda Nasional: Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pendidikan
Program Revitalisasi PAUD 2025 merupakan bagian dari dua program prioritas nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, revitalisasi sekolah menyentuh aspek fisik seperti rehabilitasi dan pembangunan sarana prasarana, termasuk pengadaan perabot dan fasilitas pendukung di satuan PAUD.
Sementara itu, digitalisasi pendidikan diwujudkan melalui distribusi perangkat pembelajaran digital seperti smartboard, guna menunjang metode pengajaran yang lebih modern dan interaktif di tingkat PAUD.
17 Perguruan Tinggi Negeri yang Terlibat
Sebanyak 17 PTN resmi menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program ini, antara lain:
Universitas Negeri Semarang
Universitas Negeri Medan
Universitas Negeri Riau
Universitas Sam Ratulangi
Politeknik Negeri Ambon
Universitas Tanjungpura
Universitas Sulawesi Barat
Universitas Negeri Surabaya
Universitas Teuku Umar
Politeknik Negeri Padang
Serta:
Politeknik Negeri Samarinda
Universitas Borneo Tarakan
Universitas Negeri Makassar
Universitas Halu Oleo
Universitas Papua
Universitas Mataram
Universitas Cendrawasih
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap dapat membangun ekosistem pembelajaran PAUD yang aman, nyaman, dan adaptif terhadap tuntutan zaman.
Sebagai langkah awal implementasi, kegiatan penandatanganan MoU juga disertai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada perwakilan PTN. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh dan membekali para akademisi dengan kompetensi teknis yang diperlukan selama proses pendampingan PAUD.
“Transformasi PAUD tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kemitraan lintas sektor, khususnya dengan kalangan akademisi yang memiliki keilmuan dan integritas. Dengan kolaborasi ini, kita optimistis kualitas layanan PAUD akan naik secara merata di seluruh Indonesia,” ujar Gogot menutup pernyataannya.
Penulis : amanda az
Editor : reni diana













