Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi Nasional 28 Agustus, Tuntut Kenaikan Upah 8,5–10,5% dan Hapus Outsourcing

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Said Iqbal (dok. rentak.id)

Said Iqbal (dok. rentak.id)

JAKARTA – Puluhan ribu buruh dari berbagai wilayah di Indonesia akan menggelar aksi nasional serentak pada Kamis, 28 Agustus 2025. Aksi besar ini dipelopori Partai Buruh bersama Koalisi Serikat Pekerja, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut aksi di Jakarta akan dipusatkan di depan DPR RI dan Istana Kepresidenan. Tidak kurang dari 10 ribu buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan DKI Jakarta akan bergerak menuju pusat ibu kota.

Selain di Jakarta, aksi serupa juga digelar serentak di berbagai kota industri, seperti Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Batam, Bandar Lampung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Makassar, Gorontalo, hingga daerah lain di seluruh Indonesia.

Gerakan ini mengusung tema HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) dan diklaim akan berjalan damai. Said Iqbal menegaskan aksi tersebut menjadi momentum bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi serta menuntut kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pekerja.

Tuntutan Utama Buruh

Dalam aksi 28 Agustus 2025, buruh membawa tujuh isu utama:

  1. Kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5–10,5% berdasarkan formula inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu yang telah ditetapkan Mahkamah Konstitusi.

  2. Penghapusan Outsourcing, khususnya pada pekerjaan inti yang selama ini masih marak digunakan, bahkan di BUMN.

  3. Reformasi Pajak Perburuhan, termasuk menaikkan PTKP dari Rp4,5 juta menjadi Rp7,5 juta per bulan, serta penghapusan pajak atas THR dan pesangon.

  4. Pengesahan UU Ketenagakerjaan Baru sesuai putusan MK No. 168/PUU-XXI/2024, yang wajib lahir dalam dua tahun sejak putusan. UU baru ini diharapkan menghapus praktik eksploitasi tenaga kerja, memperkuat perlindungan pekerja digital, medis, transportasi, hingga guru dan jurnalis.

  5. Pembentukan Satgas PHK untuk melindungi pekerja dari gelombang pemutusan hubungan kerja sepihak.

  6. Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai langkah tegas memberantas korupsi.

  7. Revisi RUU Pemilu 2029 guna merancang ulang sistem pemilu yang lebih demokratis.

Dorongan untuk Pemerintah dan DPR

Said Iqbal menekankan, jika pemerintah dan DPR tidak segera menuntaskan pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang baru, maka mereka berpotensi mengkhianati amanat Mahkamah Konstitusi sekaligus mengabaikan hak jutaan buruh di Indonesia.

“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Ketenagakerjaan. Undang-undang ini bukan hanya payung hukum, melainkan benteng perlindungan pekerja di seluruh sektor,” tegasnya, Rabu (27/8/2025)

Aksi nasional buruh pada 28 Agustus ini diprediksi menjadi salah satu aksi pekerja terbesar di tahun 2025, dengan fokus pada keadilan upah, penghapusan outsourcing, reformasi pajak, dan perlindungan tenaga kerja lintas sektor.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB