WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WFH Namun Barantin tetap sigap (dok. barantin)

WFH Namun Barantin tetap sigap (dok. barantin)

JAKARTA – Di tengah penerapan kebijakan efisiensi melalui skema work from home (WFH), Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa hambatan. Layanan sertifikasi karantina di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) bahkan tetap menunjukkan kinerja stabil.

Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, menegaskan bahwa kebijakan WFH yang mulai diterapkan tidak berdampak pada operasional layanan, khususnya dalam proses sertifikasi karantina.

“Kami memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan dengan baik seperti biasa, bahkan dengan adanya kebijakan WFH ini,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, penerapan WFH difokuskan pada ASN yang bertugas di bidang manajemen, sementara layanan publik tetap berjalan normal. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2026 tentang pelaksanaan tugas kedinasan ASN di instansi pemerintah.

“Masyarakat dan pelaku usaha tetap dapat mengurus sertifikasi karantina sesuai jadwal layanan normal seperti hari kerja lainnya. Bila menemukan kendala, silakan konsultasikan melalui layanan informasi kami yang dapat diakses secara daring. Kami juga terus memantau hasil kerja harian para ASN dalam pelaksanaan WFH ini supaya berjalan optimal,” jelasnya.

Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), layanan sertifikasi karantina tetap berjalan lancar. Hingga Jumat (10/4) pukul 14.00 WIB, total 6.166 sertifikat telah diterbitkan.

Jumlah tersebut terdiri atas 5.140 sertifikat untuk lalu lintas domestik antarpulau, 648 sertifikat ekspor, dan 378 sertifikat impor, mencakup komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin, Hudiansyah Is Nursal, menyebut capaian tersebut didukung oleh sistem digital yang semakin efektif. “Layanan publik kami tetap berjalan dengan baik. Hal ini berkat implementasi sistem digital yang efektif. Data sertifikasi hingga siang tadi untuk antarpulau, ekspor, dan impor sudah mencapai 6.166 sertifikat,” ujarnya.

Ia menambahkan, volume komoditas yang disertifikasi meliputi 413,36 ton komoditas hewan, 3,89 ribu ton komoditas ikan, dan 14,81 ribu ton komoditas tumbuhan.

Barantin juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan publik di tengah kebijakan WFH. Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan petugas karantina.

“Biaya layanan karantina sesuai ketetapan tarif PNBP dan seluruh pembayaran dilakukan melalui rekening negara. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tetap waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan petugas karantina,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA
Menko Polkam Djamari Chaniago: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat
Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer
Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing
3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Program BSPS 2026: Pemerintah Targetkan 3 Juta Rumah Layak Huni hingga 2029
Irman Gusman: Pariwisata Sumatera Barat Punya Potensi Besar, Mentawai Bisa Jadi Destinasi Global
Kuliah Umum di UNWAHAS, Nusron Wahid Tekankan Pentingnya Pemerataan Akses Tanah

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:59 WIB

Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer

Senin, 4 Mei 2026 - 15:01 WIB

Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing

Senin, 4 Mei 2026 - 07:24 WIB

3 SPPG di Bangka Belitung Rampung, Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:22 WIB

Program BSPS 2026: Pemerintah Targetkan 3 Juta Rumah Layak Huni hingga 2029

Berita Terbaru