PP-PTS 2025 Diluncurkan, Pemerintah Fokus Perkuat Kampus Swasta di Daerah

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran Program PP-PTS 2025 Kemendikti Saintek (rentak.id)

Peluncuran Program PP-PTS 2025 Kemendikti Saintek (rentak.id)

JAKARTA – Lebih dari 60 persen mahasiswa di Indonesia saat ini menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi swasta (PTS). Fakta ini menjadi dasar bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk kembali meluncurkan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) pada 2025.

“Sepenuhnya kami menyadari bahwa lebih dari 60 persen mahasiswa kita sebetulnya mendapatkan akses pendidikan tinggi di perguruan tinggi swasta,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Khairul Munadi, saat peluncuran PP-PTS 2025 di Gedung Kemendiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2025).

Khairul menegaskan, kehadiran PTS memainkan peran penting dalam pemerataan akses pendidikan tinggi, terutama di wilayah-wilayah yang masih minim sarana dan prasarana. Oleh karena itu, program PP-PTS sejak 2016 difokuskan untuk memperkuat kapasitas kampus swasta melalui penyediaan berbagai peralatan pembelajaran.

“Program ini memfasilitasi peralatan pembelajaran seperti teknologi informasi dan komunikasi, alat laboratorium untuk kesehatan, teknik, serta pengolahan pangan. Tujuannya agar proses pembelajaran menjadi lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.

PP-PTS 2025, lanjut Khairul, juga diarahkan untuk mendukung pencapaian target Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

“Melalui PP-PTS ini kita semua berharap terjadi peningkatan APK pendidikan tinggi secara nasional,” ujarnya. “Peningkatan APK ini menjadi sangat penting dalam memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam memperoleh haknya atas pendidikan tinggi.”

Dengan penguatan kapasitas PTS di berbagai daerah, tambahnya, semakin banyak putra-putri terbaik Indonesia yang memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Terutama di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” ucap Khairul.

Ia pun mengingatkan agar seluruh penerima manfaat PP-PTS 2025 melaksanakan amanat program ini dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, dampak nyata dari program ini bukan hanya untuk peningkatan mutu institusi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh.

“Semoga program ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran perguruan tinggi swasta sebagai kampus berdampak bagi pembangunan pendidikan tinggi nasional kita,” tutup Khairul.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kisah Ikhsan Viral di TikTok, Sempat Mau Putus Sekolah Kini Bisa Lanjut Berkat PIP
Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan
Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa
Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun
Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran
Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Peringatan Hardiknas 2026 di MA Khomsani Nur: Upacara Meriah dengan Nuansa Kebhinekaan
Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:40 WIB

Kisah Ikhsan Viral di TikTok, Sempat Mau Putus Sekolah Kini Bisa Lanjut Berkat PIP

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:55 WIB

Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:57 WIB

Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:40 WIB

Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:52 WIB

Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terbaru