PERMAHI Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Dinilai Sesuai Konstitusi dan Semangat Reformasi

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPN Permahi Fahmi Namakule

Ketua Umum DPN Permahi Fahmi Namakule

JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) menegaskan sikapnya mendukung keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia sebagai kepala pemerintahan. Posisi tersebut dinilai sejalan dengan desain ketatanegaraan Indonesia serta semangat reformasi sektor keamanan.

Ketua Umum DPN PERMAHI, Fahmi Namakule, menilai penempatan Polri di bawah Presiden merupakan pilihan konstitusional yang rasional dan konsisten dengan sistem presidensial yang dianut Indonesia. Ia merujuk Pasal 30 ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan Polri sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum.

Dalam kerangka tersebut, Fahmi menilai pertanggungjawaban Polri kepada Presiden justru memberikan kejelasan rantai komando sekaligus tanggung jawab politik. Menurutnya, posisi ini tidak bertentangan dengan agenda reformasi, melainkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kontrol sipil terhadap institusi kepolisian.

“Polri di bawah Presiden adalah amanat konstitusi sekaligus semangat reformasi. Yang perlu diperkuat hari ini bukan memindahkan Polri ke bawah kementerian tertentu, tetapi memastikan Polri semakin profesional, akuntabel, dan berpihak pada pelayanan serta perlindungan masyarakat,” ujar Fahmi, Jumat (30/7/2026)

Ia juga mengingatkan bahwa wacana pemisahan Polri dari Presiden atau penempatannya di bawah kementerian tertentu berpotensi menimbulkan fragmentasi kewenangan dan melemahkan efektivitas fungsi kepolisian. Reformasi sektor keamanan pasca-1998, lanjut Fahmi, tidak dimaksudkan untuk mengaburkan posisi Polri, melainkan membebaskannya dari praktik militerisme serta menegaskan peran Polri sebagai institusi penegak hukum yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

Lebih lanjut, Fahmi menilai posisi Polri di bawah Presiden justru memperkuat efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini memungkinkan koordinasi lintas sektor berjalan lebih cepat dan responsif dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta melindungi hak-hak warga negara.

Menurut PERMAHI, tantangan utama yang dihadapi Polri saat ini bukan terletak pada struktur kelembagaan, melainkan pada konsistensi penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta pengawasan demokratis terhadap kinerja kepolisian.

PERMAHI pun menegaskan bahwa penguatan Polri harus diarahkan pada reformasi substantif, melalui peningkatan profesionalisme, penegakan kode etik, serta pengawasan eksternal yang efektif, agar Polri tetap sejalan dengan prinsip negara hukum (rechtstaat) dan demokrasi konstitusional.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

BAP Tambahan F Kembali Tertunda, Kuasa Hukum Siapkan Pengaduan ke Propam
Gugatan Akta Kelahiran Kandas Lagi, Naomi Nahuway Kembali Dimenangkan Pengadilan
KUHP-KUHAP Baru Jadi Tantangan Polisi, Polda Riau Perkuat Kesiapan Penyidik
Habiburokhman Ingatkan Bahaya RUU Perampasan Aset, Jangan Jadi Senjata Politik
Siang Ini Febrie Adriansyah Jalani Sidang Perdana, 38 Aset Tanah Senilai Rp846 Miliar Disita
OTT Oknum Pejabat Perumdam dan Auditor BPK, LAKI Soroti Integritas Pengawasan
Aset Yayasan Cahaya Ilmu Diadukan ke Polres Sragen, Status Suzuki R3 Diminta Diusut
Izin Tinggal Stanislav–Igor Dicabut dan Igor Dicekal, Kuasa Hukum Desak Bareskrim Segera Tindak Lanjut

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:48 WIB

BAP Tambahan F Kembali Tertunda, Kuasa Hukum Siapkan Pengaduan ke Propam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Gugatan Akta Kelahiran Kandas Lagi, Naomi Nahuway Kembali Dimenangkan Pengadilan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:23 WIB

KUHP-KUHAP Baru Jadi Tantangan Polisi, Polda Riau Perkuat Kesiapan Penyidik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Habiburokhman Ingatkan Bahaya RUU Perampasan Aset, Jangan Jadi Senjata Politik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Siang Ini Febrie Adriansyah Jalani Sidang Perdana, 38 Aset Tanah Senilai Rp846 Miliar Disita

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB