MPLS Ramah 2025: Masa Pengenalan Sekolah Tanpa Perploncoan

- Penulis

Rabu, 9 Juli 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi susana masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ramah (ilustrasi ai-rentak)

Ilustrasi susana masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ramah (ilustrasi ai-rentak)

JAKARTA – Tahun ajaran baru 2025/2026 sudah di depan mata, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tak mau ketinggalan untuk menyambutnya dengan semangat baru.

Lewat Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2025, Kemendikdasmen resmi menggaungkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah — masa pengenalan sekolah yang jauh dari tekanan, perundungan, apalagi perploncoan.

MPLS Ramah ini bukan cuma soal anak-anak baru kenalan sama sekolah, tapi juga soal gimana caranya bikin mereka merasa aman, diterima, dan senang datang ke sekolah. Enggak ada lagi tas aneh-aneh, baju nyeleneh kiri-kanan beda warna, atau perintah absurd kayak “lari keliling lapangan sambil nyanyi lagu anak ayam.”

“MPLS Ramah itu momen pertama buat membentuk karakter dan bikin anak nyaman di lingkungan barunya. Sekolah harus jadi tempat yang bahagia,” kata Dirjen PAUD Dasmen, Gogot Suharwoto, saat webinar nasional di YouTube Kemendikdasmen, dikutip  Rabu (9/7/2025).

Dirjen Gogot menekankan, MPLS Ramah diisi kegiatan yang meaningful. Salah satunya adalah Pagi Ceria, yang diawali dengan senam “Anak Indonesia Hebat”, menyanyikan Indonesia Raya, sampai doa bareng biar semangat belajar.

Selain itu, anak-anak juga dikenalkan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Apa aja tuh? Bangun pagi, ibadah, olahraga, makan sehat, rajin belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur tepat waktu. Simpel, tapi powerful buat karakter anak.

“Orang tua juga penting banget buat dampingi anak selama MPLS. Hadir, nyemangatin, dan bikin anak pede menghadapi hari pertama sekolah,” lanjut Gogot.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, ikut menegaskan bahwa MPLS Ramah ini harus inklusif. Artinya, semua anak — termasuk di sekolah vokasi dan pendidikan khusus — punya hak merasakan sambutan yang hangat dan manusiawi.

“MPLS ini bukan seremoni, tapi bentuk komitmen buat wujudkan sekolah yang bebas kekerasan dan menghargai perbedaan,” ujarnya.

Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, juga menjawab banyak pertanyaan dari guru dan orang tua. Salah satunya soal istilah “Ramah”, apakah itu akronim? Jawabannya: bukan. Ramah ya berarti ramah — hangat, bersahabat, menyenangkan.

Rusprita juga ngingetin bahwa tugas utama MPLS tetap ada di guru. OSIS dan MPK boleh bantu, tapi cuma sebagai teman seperjalanan yang mendampingi murid baru, bukan yang ngatur-ngatur apalagi intimidatif.

“Sekolah bukan tempat ‘ngerasain mental’, tapi ruang aman buat tumbuh. Dan orang tua punya peran penting sebagai support system sejak hari pertama,” tegas Rusprita.

MPLS Ramah bukan cuma program tahunan. Ini adalah langkah awal menuju ekosistem pendidikan yang lebih manusiawi, lebih menyentuh, dan pastinya lebih menyenangkan buat semua anak Indonesia.

“Kalau sekolah adalah rumah kedua, maka harusnya terasa hangat dan penuh dukungan. Itulah semangat di balik MPLS Ramah,” tutup Rusprita.

Jadi, selamat datang di sekolah, wahai murid-murid baru. Tak perlu takut, tak perlu tegang. Karena mulai tahun ini, sekolah tak lagi jadi tempat uji nyali — tapi ruang yang ramah, hangat, dan siap menumbuhkan mimpi.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan
Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa
Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun
Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran
Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Peringatan Hardiknas 2026 di MA Khomsani Nur: Upacara Meriah dengan Nuansa Kebhinekaan
Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon
Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:55 WIB

Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:57 WIB

Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:40 WIB

Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:52 WIB

Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran

Senin, 4 Mei 2026 - 17:11 WIB

Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Berita Terbaru