Menko AHY Paparkan Strategi Kemakmuran ASEAN di Universitas Stanford

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY saat di Universitas Stanford, Amerika Serikat (dok.rentak.id)

AHY saat di Universitas Stanford, Amerika Serikat (dok.rentak.id)

STANFORD – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan tiga strategi utama untuk mendorong kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Southeast Asia Summit on Prosperity and Sustainability yang digelar di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Selasa (20/5/2025) waktu setempat.

“Transisi hijau harus dilihat sebagai peluang menuju masa depan yang lebih baik, bukan sebagai beban,” tegas AHY saat menyampaikan strategi pertama, yakni pentingnya mengintegrasikan keberlanjutan dengan kemakmuran.

Menurutnya, solusi iklim yang adil dan dapat diakses harus menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan seperti petani dan pekerja.

Ia mencontohkan langkah konkret yang telah dilakukan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mengadopsi strategi pembangunan yang mengintegrasikan ketahanan pangan, energi terbarukan, dan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Strategi kedua yang disampaikan Menko AHY adalah pentingnya menghubungkan inovasi global dengan aksi lokal.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, ia mengingatkan bahwa manfaat kemajuan hanya akan terasa jika mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

“Teknologi seperti kecerdasan buatan, fintech, dan energi terbarukan harus dikembangkan bersama komunitas, bukan sekadar diterapkan dari atas ke bawah,” ucapnya. Ia menegaskan, “Teknologi dan inovasi seharusnya memberdayakan manusia—bukan menggantikan, apalagi meminggirkan mereka.”

Strategi ketiga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama regional. Menurut AHY, tantangan global seperti perubahan iklim, disrupsi rantai pasok, dan krisis pangan tidak bisa dihadapi secara individual. Karena itu, ASEAN perlu memainkan peran lebih dari sekadar forum konsensus.

“Kita harus melangkah lebih jauh dengan memperkuat kapasitas kelembagaan, memperdalam kolaborasi antara sektor publik dan swasta, serta mempercepat inisiatif lintas negara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komitmen terhadap multilateralisme dan perdamaian regional.

“Indonesia siap berperan aktif sebagai penghubung strategis dan motor penggerak agenda pembangunan inklusif dan berkelanjutan di kawasan.”

Melalui tiga strategi tersebut, AHY optimistis Asia Tenggara dapat membangun masa depan yang tangguh dan berkeadilan, di mana kemakmuran menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan keberlanjutan menjadi landasan utama pembangunan.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono; Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono; Peneliti Tamu di Precourt Institute Gita Wirjawan; Direktur Hoover Institution dan mantan Menlu AS Dr. Condoleezza Rice; serta Dekan Stanford Doerr School of Sustainability, Dr. Arun Majumdar.

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru