Mardani Ali Sera Kecam Serangan Israel di Gaza, Desak PBB dan Dunia Bertindak

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sedikitnya  404 warga Palestina tewas dan 562 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada hari Selasa (18/3/2025), yang mana Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlangsung hampir dua bulan, kata Kementerian Kesehatan (anadolu)

Sedikitnya 404 warga Palestina tewas dan 562 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada hari Selasa (18/3/2025), yang mana Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlangsung hampir dua bulan, kata Kementerian Kesehatan (anadolu)

JAKARTA – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Mardani Ali Sera, mengutuk keras serangan udara besar-besaran Israel ke Jalur Gaza.

Ia mendesak komunitas internasional segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kebrutalan tersebut.

“Di saat warga Gaza kelaparan, kekurangan obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya sangat minim, Israel justru menggempur mereka dengan rudal. Dalam sehari kemarin (18/3/2025), serangan ini menewaskan 429 orang, termasuk anak-anak. Ini kejahatan kemanusiaan yang tak bisa dibiarkan!” tegas Mardani, Selasa (19/3/2025).

Menurutnya, tindakan Israel yang terus membatasi akses bantuan kemanusiaan, menunda-nunda kesepakatan gencatan senjata, dan melanjutkan serangan brutal adalah bentuk genosida yang nyata.

“Ini jelas tidak bisa diterima! Dunia harus segera bertindak. Dewan Keamanan PBB jangan hanya mengutuk, tapi ambil langkah nyata untuk menghentikan ini,” ujarnya.

Mardani menegaskan bahwa jika hanya berhenti pada kecaman, Israel akan terus melangsungkan aksi brutalnya.

“Dunia tidak boleh diam seribu bahasa. Sekarang juga harus bertindak. Ini menyangkut banyak hal: pertama, nyawa dua jutaan warga Gaza, termasuk anak-anak dan perempuan; kedua, kredibilitas PBB sebagai wadah penyelesaian konflik global; dan ketiga, dampak luas terhadap kawasan, termasuk eskalasi di Laut Merah,” paparnya.

Selain itu, legislator Komisi II DPR ini juga mengajak dunia melawan arogansi Amerika Serikat yang terus membela Israel tanpa syarat.

“Ini momentum tepat untuk menekan AS, yang bahkan kini tengah berselisih dengan sekutu-sekutunya dalam perang dagang. Dunia harus bersatu menentang keberpihakan AS yang membiarkan kejahatan Israel,” katanya.

Mardani menambahkan bahwa BKSAP DPR akan membawa isu ini ke forum parlemen global untuk mendorong aksi nyata.

“Awal April mendatang, kami akan menghadiri sidang umum Inter-Parliamentary Union di Uzbekistan. Kami tengah menjajaki dukungan dari negara-negara sejalan untuk meloloskan resolusi emergency item yang menyerukan penghentian kejahatan Israel,” pungkasnya. ***

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru