JAKARTA – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Mardani Ali Sera, mengutuk keras serangan udara besar-besaran Israel ke Jalur Gaza.
Ia mendesak komunitas internasional segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kebrutalan tersebut.
“Di saat warga Gaza kelaparan, kekurangan obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya sangat minim, Israel justru menggempur mereka dengan rudal. Dalam sehari kemarin (18/3/2025), serangan ini menewaskan 429 orang, termasuk anak-anak. Ini kejahatan kemanusiaan yang tak bisa dibiarkan!” tegas Mardani, Selasa (19/3/2025).
Menurutnya, tindakan Israel yang terus membatasi akses bantuan kemanusiaan, menunda-nunda kesepakatan gencatan senjata, dan melanjutkan serangan brutal adalah bentuk genosida yang nyata.
“Ini jelas tidak bisa diterima! Dunia harus segera bertindak. Dewan Keamanan PBB jangan hanya mengutuk, tapi ambil langkah nyata untuk menghentikan ini,” ujarnya.
Mardani menegaskan bahwa jika hanya berhenti pada kecaman, Israel akan terus melangsungkan aksi brutalnya.
“Dunia tidak boleh diam seribu bahasa. Sekarang juga harus bertindak. Ini menyangkut banyak hal: pertama, nyawa dua jutaan warga Gaza, termasuk anak-anak dan perempuan; kedua, kredibilitas PBB sebagai wadah penyelesaian konflik global; dan ketiga, dampak luas terhadap kawasan, termasuk eskalasi di Laut Merah,” paparnya.
Selain itu, legislator Komisi II DPR ini juga mengajak dunia melawan arogansi Amerika Serikat yang terus membela Israel tanpa syarat.
“Ini momentum tepat untuk menekan AS, yang bahkan kini tengah berselisih dengan sekutu-sekutunya dalam perang dagang. Dunia harus bersatu menentang keberpihakan AS yang membiarkan kejahatan Israel,” katanya.
Mardani menambahkan bahwa BKSAP DPR akan membawa isu ini ke forum parlemen global untuk mendorong aksi nyata.
“Awal April mendatang, kami akan menghadiri sidang umum Inter-Parliamentary Union di Uzbekistan. Kami tengah menjajaki dukungan dari negara-negara sejalan untuk meloloskan resolusi emergency item yang menyerukan penghentian kejahatan Israel,” pungkasnya. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri












