Kanselir Jerman Olaf Scholz Kritik Tarif Baru AS: Ancaman bagi Ekonomi Global

- Penulis

Sabtu, 5 April 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanselir Jerman Olaf Scholz. (dok.anadolu)

Kanselir Jerman Olaf Scholz. (dok.anadolu)

BERLIN – Kanselir Jerman Olaf Scholz melontarkan kritik keras terhadap kebijakan tarif perdagangan baru yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “serangan” terhadap sistem perdagangan global yang selama ini menopang kemakmuran dunia.

“Saya yakin keputusan tarif presiden AS baru-baru ini pada dasarnya salah. Itu adalah serangan terhadap tatanan perdagangan yang telah menciptakan kemakmuran di seluruh dunia,” ujar Scholz dalam konferensi pers di Berlin, Kamis (3/4/2025).

Scholz menilai bahwa kebijakan tersebut tidak hanya akan merugikan negara-negara lain, tetapi juga akan berdampak negatif terhadap perekonomian AS sendiri. Ia menekankan bahwa sistem perdagangan bebas yang kini dinikmati dunia merupakan hasil kerja keras, termasuk dari pemerintahan Amerika sebelumnya.

“Seluruh ekonomi global akan menderita akibat keputusan yang tidak dipikirkan dengan matang ini. Bisnis dan konsumen di seluruh dunia, termasuk di AS, akan terpengaruh. Pemerintah AS tengah menempuh jalan yang hanya akan mengakibatkan kerugian bagi semua orang,” tambahnya.

Pernyataan keras Scholz muncul setelah Trump pada Rabu (2/4) mengumumkan pemberlakuan tarif baru terhadap puluhan negara dan kawasan ekonomi, termasuk Uni Eropa. Impor dari UE akan dikenakan tarif tambahan sebesar 20%, sementara negara-negara lainnya dikenakan tarif minimum sebesar 10%.

Scholz menilai langkah ini mencederai prinsip-prinsip perdagangan bebas yang menjadi fondasi sistem ekonomi global. Ia pun menyuarakan kekhawatirannya bahwa kebijakan Trump berpotensi memicu ketegangan dagang yang lebih luas dan merusak stabilitas ekonomi internasional.

Diketahui, Scholz tengah berada di penghujung masa jabatannya sebagai kanselir. Dalam waktu dekat, ia akan menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada perdana menteri baru, menyusul terbentuknya pemerintahan baru pasca pemilu Jerman pada Februari lalu. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Sumber Berita: https://www.aa.com.tr/

Berita Terkait

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan
PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha
Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras
Jeritan dari Penjara Damon: Tahanan Perempuan Palestina Dipukul dan Dipaksa Lepas Jilbab
DPR RI Nilai Penangkapan Presiden Venezuela Cederai Kedaulatan Negara
AS Tangkap Presiden Maduro, Hikmahanto Juwana: Ini Preseden Berbahaya bagi Dunia!

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 05:18 WIB

Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:21 WIB

Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:45 WIB

PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:03 WIB

Hubungan Turkiye–Arab Saudi Kian Erat, Dorong Stabilitas Kawasan Timur Tengah

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:33 WIB

Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB