DPR Kecam Rencana Netanyahu Kuasai Kota Gaza, Sebut Ancaman Serius bagi Warga Sipil

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Gaza (dok. anadolu)

Kondisi Gaza (dok. anadolu)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mengecam keras rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang berencana menguasai Kota Gaza dengan mengevakuasi seluruh penduduk ke kamp-kamp pusat, untuk kemudian melakukan penguasaan total wilayah tersebut.

Rencana ini pertama kali diungkapkan oleh jurnalis Timur Tengah Barak Ravid melalui media Amerika Serikat, Axios, pada Jumat (8/8/2025), dan disebut telah mendapatkan persetujuan Kabinet Israel.

Sukamta menilai, langkah tersebut akan semakin memperburuk penderitaan warga sipil Gaza yang saat ini sudah berada dalam kondisi sangat berat.

“Ini menunjukkan betapa kejinya Israel. Mereka berdalih ingin melumpuhkan Hamas dan gerakan perlawanan lainnya, padahal tujuan sesungguhnya adalah menguasai Gaza, mengusir, dan membunuh warga sipil hingga tidak ada yang tersisa. Jika rencana ini dilaksanakan, korban sipil akan semakin banyak,” tegas Wakil Ketua Fraksi PKS itu, Jumat (8/8/2025).

Ia juga menuding rencana tersebut menjadi bukti bahwa pemerintahan Netanyahu tidak memiliki itikad baik untuk mencapai gencatan senjata. Menurutnya, selama ini Israel dan Amerika Serikat kerap menyalahkan Hamas sebagai penghambat perundingan, padahal justru Israel yang masih berambisi menguasai Gaza.

“Rencana ini jelas akan menghambat upaya gencatan senjata dan memperkuat praktik genosida,” ujarnya.

Sukamta menyerukan dunia internasional untuk tidak tinggal diam. Ia menekankan bahwa Deklarasi New York yang belum lama ini disepakati, mencerminkan semakin besarnya dukungan global untuk menghentikan kekejaman Israel.

“Saya berharap negara-negara yang tergabung dalam deklarasi tersebut, terutama Inggris, Prancis, dan Kanada, bisa turut mendesak dihentikannya rencana Israel ini. Karena jelas akan membahayakan prospek two-state solution,” tegasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan
PKS Murka! Hidayat Nur Wahid Kecam Keras Israel atas Serangan terhadap Masjid Al Aqsha

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:03 WIB

AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura

Berita Terbaru