JAKARTA – Pendidikan vokasi harus mampu bertransformasi cepat, tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif dalam menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.
Penegasan itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Khairul Munadi saat melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Padang (PNP) pada Jumat (11/4/2025).
“Transformasi dunia kerja berjalan sangat cepat. Pendidikan vokasi tidak bisa hanya mengikuti arus, tapi harus ikut membentuk arah. Kualitas SDM menjadi kunci agar kita bisa bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global,” ujar Khairul di Gedung Laboratorium Terpadu PNP.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kemdiktisaintek untuk memastikan seluruh institusi vokasi di Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam mempersiapkan lulusan yang siap kerja.
Dalam kesempatan itu, Dirjen Khairul juga memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang telah dilakukan PNP.
“PNP sudah menunjukkan langkah-langkah nyata dalam menjawab tantangan industri masa kini. Fasilitas seperti laboratorium dan peralatan praktik harus dimanfaatkan maksimal agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap langsung praktik di lapangan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga pendidikan dan industri. “Kolaborasi adalah kunci. Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tapi juga lincah dan mampu bekerja dalam tim lintas disiplin,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, jajaran pimpinan PNP, para Kepala Jurusan, dan Koordinator Program Studi.
Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antar-lembaga pendidikan tinggi dalam memperkuat ekosistem vokasi di Sumatera Barat.
Dirjen Khairul juga meninjau sejumlah fasilitas unggulan milik PNP, seperti bengkel mesin dan simulator alat berat. Fasilitas ini menjadi penanda keseriusan PNP dalam menyiapkan mahasiswa yang tidak gagap menghadapi teknologi industri terkini.
Direktur PNP, Surfa Yondri, menyambut hangat kunjungan Dirjen Dikti tersebut. Ia menegaskan bahwa PNP akan terus menjaga kualitas dan relevansi pendidikan vokasi.
“Kami berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills yang kuat. Kami juga terus menjalin kerja sama dengan dunia industri agar lulusan kami benar-benar siap bersaing,” ujar Surfa.
Saat ini, PNP mengelola 37 program studi yang terdiri atas 3 program magister terapan (S2), 16 program sarjana terapan (D4), 17 program diploma tiga (D3), dan satu program diploma dua (D2).
Dengan luas kampus mencapai hampir 87 ribu meter persegi, PNP menjadi salah satu pusat pendidikan vokasi terbesar di kawasan barat Indonesia.
Melalui skema Badan Layanan Umum (BLU), PNP memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan fasilitas akademik, laboratorium berstandar industri, serta peningkatan kesejahteraan dosen dan mahasiswa.
“Pendidikan vokasi bukan pilihan kedua. Ini adalah tulang punggung industri nasional. Karena itu, kita harus terus berinovasi,” tegas Khairul Munadi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh sivitas akademika PNP untuk terus melangkah maju. ***
Penulis : lazir
Editor : ameri













