Dari Pedalaman Kupang, SMK Negeri 1 Takari Cetak Lulusan Siap Kerja Lewat Pendampingan Astra

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan vokasi Astra di wilayah pedesaan Kabupaten (dok rentak.id)

Pendidikan vokasi Astra di wilayah pedesaan Kabupaten (dok rentak.id)

KUPANG – Pendidikan vokasi di wilayah pedesaan Kabupaten Kupang masih menghadapi kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dan kondisi pembelajaran di sekolah. Keterbatasan fasilitas praktik, akses pembelajaran, serta kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan memengaruhi kesiapan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk bekerja atau berwirausaha.

Kondisi tersebut dialami SMK Negeri 1 Takari yang berlokasi di Kecamatan Takari. Sekolah ini menjadi rujukan pendidikan vokasi bagi siswa dari Desa Oesusu, Desa Benu, Desa Takari, serta sejumlah desa pedalaman lainnya. Banyak siswa menempuh perjalanan cukup jauh setiap hari demi memperoleh pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan kerja.

Menjawab tantangan itu, Astra melalui Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim melakukan pendampingan pendidikan vokasi secara bertahap. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas guru, pengembangan pembelajaran berbasis praktik, serta peningkatan kesiapan siswa memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.

“Pendidikan vokasi memegang peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan mandiri, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. Melalui Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, kami berupaya memperkuat kapasitas guru dan pembelajaran praktik agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang relevan, berdaya saing, serta mampu menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri maupun masyarakat di sekitarnya,” ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, Senin (23/2/2026).

Saat ini SMK Negeri 1 Takari memiliki 322 siswa yang tersebar dalam lima konsentrasi keahlian, yakni kriya kreatif kayu dan rotan, kriya kreatif batik dan tekstil, desain pemodelan informasi bangunan, teknik kendaraan ringan, serta teknik pengelasan. Sekitar 80 persen siswa berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana dan memilih jalur SMK dengan harapan dapat langsung bekerja setelah lulus.

Sebelum program pendampingan berjalan, proses pembelajaran di sekolah dihadapkan pada keterbatasan sarana praktik, minimnya alat pembelajaran, serta kebutuhan penguatan kapasitas guru agar metode pengajaran lebih kontekstual dan selaras dengan kebutuhan industri.

Sejak 2021, Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim mendampingi sekolah melalui pendekatan bertahap. Program diawali dengan penguatan karakter siswa, dilanjutkan dengan peningkatan literasi dan numerasi bagi 23 guru, serta penguatan teaching factory pada 2023 guna mendekatkan pembelajaran dengan praktik dunia kerja.

Pendampingan tersebut mendorong lahirnya inovasi pembelajaran di tengah keterbatasan sarana. Pada jurusan teknik kendaraan ringan, guru dan siswa mengembangkan alat simulasi pembelajaran seperti sistem penerangan dan sistem starter kendaraan. Inovasi itu kemudian difasilitasi menjadi aplikasi pembelajaran digital bernama Gaspol, yang memuat materi pengenalan komponen, simulasi rangkaian, serta kuis interaktif. Hingga kini aplikasi tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 75 siswa dalam sesi praktik.

Dampak program mulai terlihat pada kesiapan lulusan. Sejumlah alumni kini bekerja di sektor jasa otomotif maupun menjalankan usaha mandiri. Salah satu lulusan jurusan pengelasan yang sebelumnya mengalami kesulitan akademik kini mengelola bengkel sendiri dan kembali ke sekolah sebagai penguji praktik bagi adik kelasnya.

Selain itu, yayasan juga membuka akses keberlanjutan pendidikan melalui kerja sama dengan Politeknik Astra. Siswa kelas XII berkesempatan mengikuti seleksi beasiswa penuh, dengan rata-rata enam penerima setiap tahun.

Pendampingan berkelanjutan ini menjadikan SMK Negeri 1 Takari sebagai salah satu rujukan bagi sekolah kejuruan lain di Kabupaten Kupang, khususnya dalam penguatan pembelajaran berbasis praktik serta kolaborasi antara guru dan siswa.

Kisah lengkap perjalanan pendampingan dapat disaksikan melalui kanal SATU Indonesia.

Semangat Astra dalam memperkuat pendidikan vokasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah dengan tantangan akses pendidikan sejalan dengan komitmen perusahaan untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Berita Terbaru