Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GORONTALO – Perubahan wajah sekolah mulai terasa nyata di berbagai daerah. Di Provinsi Gorontalo, ruang kelas yang dulu bocor, kusam, dan minim fasilitas kini bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang lebih layak, bersih, dan nyaman.

Pemerintah pun mempercepat program revitalisasi satuan pendidikan dengan melibatkan langsung sekolah dan masyarakat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meresmikan revitalisasi 30 satuan pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah. Peresmian tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran Forkopimda, Selasa (28/4/2026).

Atip menegaskan, program revitalisasi ini menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama ini membayangi dunia pendidikan, terutama terkait kondisi sarana dan prasarana yang belum memadai.

Ia menggambarkan masih banyak sekolah yang luput dari perbaikan selama bertahun-tahun.

“Banyak sekolah yang kondisinya belum tersentuh perbaikan sejak lama. Cat yang memudar, atap bocor, toilet bau, hingga ruang belajar yang tidak layak. Ini yang sedang kami ubah secara bertahap dan masif,” ujar Atip.

Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menilai kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik sekolah yang aman dan nyaman.

Tak hanya soal skala, pendekatan pelaksanaan juga menjadi pembeda. Melalui skema swakelola, sekolah diberi kewenangan langsung mengelola proses revitalisasi. Kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab, sementara masyarakat sekitar dilibatkan dalam pengadaan material hingga pengerjaan.

“Ketika sekolah dan masyarakat terlibat langsung, ada tanggung jawab bersama untuk menjaga hasilnya,” kata Atip.

Di Gorontalo, program ini juga menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah menargetkan ribuan satuan pendidikan dapat direvitalisasi sepanjang 2026, dengan dukungan anggaran yang terus diupayakan.

Lebih jauh, pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik. Masyarakat didorong aktif melaporkan kondisi sekolah yang rusak dan berkontribusi dalam pemenuhan fasilitas tambahan.

“Kalau ada kebutuhan yang belum terpenuhi, masyarakat bisa ikut membantu. Ini menjadi gerakan bersama untuk memperbaiki pendidikan,” ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, perhatian juga diarahkan pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah, termasuk fasilitas sanitasi seperti toilet yang dinilai sebagai indikator penting terciptanya lingkungan belajar yang sehat.

Atip mengingatkan, revitalisasi tidak berhenti pada pembangunan semata, tetapi harus diikuti dengan perawatan berkelanjutan.

“Sekolah yang baik bukan hanya dibangun, tetapi juga dirawat. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Dampak program ini mulai dirasakan langsung oleh sekolah penerima manfaat. Kepala SMP Negeri 4 Telaga, Aysa Utiarahman, menyebut revitalisasi membawa perubahan signifikan terhadap kenyamanan dan kualitas pembelajaran di sekolahnya.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan lima paket revitalisasi, mulai dari pembangunan laboratorium komputer, pembangunan toilet baru beserta sanitasi, rehabilitasi ruang kelas, hingga laboratorium IPA. Dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelum revitalisasi dilakukan, fasilitas sanitasi di sekolahnya sangat terbatas.

“Dulu toilet hanya tersedia untuk guru, sementara murid harus menumpang di rumah warga sekitar. Sekarang kondisinya jauh lebih baik, sudah ada penambahan toilet baru sehingga lebih aman dan nyaman bagi murid,” tambahnya.

Menurut Aysa, lingkungan belajar yang lebih layak menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung proses belajar mengajar. Namun, ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama untuk sekolah di wilayah pinggiran.

“Kami masih membutuhkan fasilitas seperti perpustakaan yang representatif dan ruang UKS yang memadai. Harapannya ada sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu dan terjangkau,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan oleh siswa kelas VIII, Ismail Husein. Ia mengaku perubahan kondisi sekolah membuat kegiatan belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

“Senang sekali karena kelas kami ikut direnovasi. Sebelumnya dindingnya retak-retak dan ada bagian yang berlubang, sekarang sudah rapi dan bagus. Kami jadi lebih nyaman, aman, dan bisa belajar lebih fokus,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penambahan fasilitas seperti toilet, laboratorium IPA, dan laboratorium komputer yang semakin menunjang kegiatan belajar.

“Sekarang toiletnya sudah lebih banyak dan kami juga sering belajar di lab IPA dan lab komputer,” katanya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026
Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar
Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi
Upacara Hari Kartini 2026 di MA Khomsani Nur Klanting Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna
FSGI Soroti Skorsing 19 Hari Siswa SMAN 1 Purwakarta: Berpotensi Rugikan Hak Belajar
Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 06:52 WIB

Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman

Selasa, 28 April 2026 - 09:03 WIB

Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 09:53 WIB

Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar

Kamis, 23 April 2026 - 07:33 WIB

Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Rabu, 22 April 2026 - 07:42 WIB

Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi

Berita Terbaru