AirNav Indonesia Tingkatkan Layanan Navigasi Penerbangan di Bandara Lede Kalumbang

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AirNav Indonesia Tingkatkan Pelayanan Navigasi Bandara Lede Kalumbang

AirNav Indonesia Tingkatkan Pelayanan Navigasi Bandara Lede Kalumbang

RENTAK.ID – AirNav Indonesia meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan di Bandar Udara Lede Kalumbang, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dari Aerodrome Flight Information Service (AFIS) menjadi Aerodrome Control Tower (ADC/TWR). Peningkatan layanan tersebut efektif diberlakukan mulai 22 Januari 2026.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, dalam keterangan resminya yang dirilis Senin (26/1/2026), mengatakan bahwa peningkatan layanan ini merupakan bagian dari komitmen AirNav Indonesia dalam meningkatkan keselamatan, keamanan, dan efisiensi operasional penerbangan nasional.

Ia menjelaskan, layanan AFIS sebelumnya hanya memberikan informasi lalu lintas dan kondisi bandara kepada pilot tanpa kewenangan pengendalian langsung. Dengan peningkatan menjadi layanan Tower (ADC/TWR), petugas Air Traffic Controller (ATC) kini memiliki kewenangan pengendalian aktif terhadap pergerakan pesawat, baik di darat maupun di udara di sekitar bandara.

“Sehingga pengaturan lalu lintas penerbangan dapat dilakukan secara lebih terstruktur, aman, dan efisien,” ujar Avirianto.

Menurutnya, peningkatan pelayanan ini merupakan bagian dari strategi nasional AirNav Indonesia untuk memperkuat keselamatan penerbangan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah yang terus berkembang seperti Sumba Barat Daya. Pengoperasian layanan Tower juga mencerminkan kesiapan sumber daya manusia, sistem, serta fasilitas navigasi penerbangan.

Bandar Udara Lede Kalumbang sebelumnya dikenal sebagai Bandara Tambolaka. Perubahan nama tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 206 Tahun 2022 tertanggal 7 November 2022.

“Dengan beroperasinya pelayanan Tower di Tambolaka, kami berharap koordinasi operasional penerbangan semakin optimal, efisiensi meningkat, dan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan navigasi penerbangan nasional terus tumbuh,” tambah Avirianto.

Ia menambahkan, proses peningkatan pelayanan ini telah dimulai sejak 2019. Tahapan yang dilalui meliputi pengajuan Konsep Operasi (Konops), sertifikasi pelayanan navigasi penerbangan, verifikasi manual operasi dan fasilitas, hingga pemenuhan kompetensi personel.

Sebanyak lima personel ATC Unit Tambolaka telah dinyatakan lulus uji kompetensi dan memperoleh rating Tower (TWR–WATK) dari regulator. Selain itu, Direktorat Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Sertifikat Penyelenggara Pelayanan Manajemen Lalu Lintas dan Telekomunikasi Penerbangan.

Implementasi layanan Tower ini diberlakukan sesuai AIRAC AIP Amendement 170 yang efektif pada 22 Januari 2026.

Dengan beroperasinya layanan Tower tersebut, AirNav Indonesia optimistis kualitas keselamatan penerbangan nasional akan semakin meningkat seiring dengan menguatnya konektivitas udara.

“Kita semua berharap peningkatan ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba Barat Daya,” pungkas Avirianto.(****)

 

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

91 Persen BBM Habis di Transportasi, Kendaraan Pribadi Jadi Biang Utama
KAI Services Soroti Penumpang Memaksa Masuk KRL Penuh di Manggarai, Keselamatan Jadi Prioritas
Dua Bulan Menggantung, Kasus Maut Matraman Tak Jelas Ujungnya
Alarm Keselamatan Bus Nasional, Hampir 60 Persen Perjalanan Langgar Aturan!
Transportasi Publik Jadi Kunci Hadapi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Berbenah Cepat
Meski Klaim Sukses, Angkutan Lebaran 2026 Sisakan Catatan: 300 Nyawa Melayang dan Lonjakan Penumpang Perlu Evaluasi
Status Siaga di Tol Cisumdawu, Retakan 100 Meter Direspons dengan Operasi Taktis
Lonjakan Penumpang Whoosh Tembus 224 Ribu, Lebaran 2026 Catat Rekor Baru

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 08:13 WIB

91 Persen BBM Habis di Transportasi, Kendaraan Pribadi Jadi Biang Utama

Rabu, 8 April 2026 - 12:14 WIB

KAI Services Soroti Penumpang Memaksa Masuk KRL Penuh di Manggarai, Keselamatan Jadi Prioritas

Senin, 6 April 2026 - 08:35 WIB

Dua Bulan Menggantung, Kasus Maut Matraman Tak Jelas Ujungnya

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Alarm Keselamatan Bus Nasional, Hampir 60 Persen Perjalanan Langgar Aturan!

Jumat, 3 April 2026 - 11:11 WIB

Transportasi Publik Jadi Kunci Hadapi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Berbenah Cepat

Berita Terbaru