Meski Klaim Sukses, Angkutan Lebaran 2026 Sisakan Catatan: 300 Nyawa Melayang dan Lonjakan Penumpang Perlu Evaluasi

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhub Dudy Purwagandhi saat menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 (dok. kemenhub)

Menhub Dudy Purwagandhi saat menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 (dok. kemenhub)

JAKARTA – Dudy Purwagandhi resmi menutup Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Senin (30/3/2026). Pemerintah mengklaim penyelenggaraan mudik tahun ini berjalan sukses dengan sejumlah indikator peningkatan mobilitas dan penurunan angka kecelakaan.

Namun di balik capaian tersebut, sejumlah catatan kritis muncul, terutama terkait tingginya angka korban jiwa dan lonjakan jumlah pemudik yang belum sepenuhnya diimbangi peningkatan kualitas layanan.

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD), jumlah pergerakan masyarakat selama periode 13–29 Maret 2026 mencapai 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibanding hasil survei sebelumnya. Di sisi lain, jumlah penumpang angkutan umum juga naik 10,87 persen menjadi 23,54 juta orang.

Menhub Dudy Purwagandhi menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja kolaboratif lintas sektor. “Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar,” ujarnya.

Meski demikian, peningkatan mobilitas yang signifikan justru memunculkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur dan kapasitas layanan transportasi. Lonjakan penumpang di seluruh moda—terutama penyeberangan yang naik hingga 15,36 persen—mengindikasikan tekanan tinggi pada sistem transportasi nasional, yang berpotensi memicu kepadatan dan penurunan kualitas layanan di lapangan.

Dari sisi keselamatan, pemerintah menyoroti penurunan jumlah kecelakaan sebesar 6,31 persen menjadi 3.517 kejadian. Fatalitas juga turun 31,19 persen menjadi 300 korban jiwa.

Namun angka tersebut tetap menunjukkan bahwa ratusan orang kehilangan nyawa selama periode mudik. Penurunan persentase tidak serta-merta menghapus fakta bahwa risiko perjalanan masih tinggi.

“Capaian ini patut kita syukuri, namun juga harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi,” kata Dudy Purwagandhi.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa aspek keselamatan belum sepenuhnya optimal. Masih adanya ribuan kecelakaan mengindikasikan persoalan klasik seperti kelalaian pengguna jalan, kondisi kendaraan, hingga pengawasan di lapangan yang belum maksimal.

Upaya penguatan keselamatan seperti ramp check, pengawasan, dan integrasi sistem lalu lintas memang terus didorong. Namun efektivitasnya di lapangan kerap menjadi sorotan, terutama pada titik-titik rawan kecelakaan dan kepadatan.

Di sisi pelayanan, pemerintah juga mengakui perlunya peningkatan kualitas. Menhub menegaskan bahwa transportasi tidak hanya soal memindahkan orang, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa masih terdapat keluhan publik selama masa mudik, mulai dari kepadatan, keterlambatan, hingga kenyamanan layanan yang belum merata di semua moda dan daerah.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat setiap tahun, keberhasilan Angkutan Lebaran tidak cukup diukur dari peningkatan jumlah penumpang atau penurunan persentase kecelakaan semata. Evaluasi menyeluruh terhadap kualitas layanan, keselamatan riil di lapangan, serta kesiapan infrastruktur menjadi kunci agar capaian serupa tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi
Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik
Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi
Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani
Cuma Pasang Stiker Reflektif, JMTO Berhasil Tekan Kecelakaan di Tol Pandaan–Malang
Pendapatan Jasa Marga Tembus Rp15,6 Triliun, Laba Bersih Kuartal III 2026 Capai Rp2,7 Triliun
Hujan Deras Picu Longsor di Sipirok, Separuh Badan Jalan Amblas

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:15 WIB

55 Persen Perjalanan Bus Terindikasi Melanggar, Penyimpangan Trayek Mendominasi

Senin, 2 November 2026 - 09:24 WIB

Feeder LRT Palembang Disetop, Djoko Setijowarno Bongkar Masalah Transportasi Publik

Minggu, 1 November 2026 - 10:15 WIB

Gus Rivqy Desak Garuda Indonesia Berbenah Total, Kerugian Jadi Alarm Transformasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Tol Jakarta-Cikampek Diperbaiki hingga 7 November, Ini 3 Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Pontianak Siapkan 19 Bus Modern Mulai 2027, Ini Dua Rute yang Akan Dilayani

Berita Terbaru