Iran Bantah Rencana Eksekusi Demonstran, Trump Ancam Tindakan Sangat Keras

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (foto anadolu)

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (foto anadolu)

TEHERAN –Washington memanas di tengah gelombang protes yang mengguncang Iran. Pemerintah Iran membantah keras tudingan adanya rencana eksekusi terhadap para demonstran, menyusul peringatan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan mengambil “tindakan sangat keras” bila hukuman mati benar-benar dijalankan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak ada agenda penggantungan maupun eksekusi terhadap pengunjuk rasa. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Fox News, pada Rabu (15/1).

“Tidak ada penggantungan, hari ini atau besok. Saya bisa katakan dengan yakin, tidak ada rencana untuk melakukan penggantungan sama sekali,” ujar Araghchi.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Trump menyatakan Washington siap mengambil “tindakan yang sangat kuat” apabila Iran mengeksekusi para demonstran. Dalam beberapa hari terakhir, Trump dan sejumlah pejabat AS meningkatkan tekanan politik terhadap Teheran, seiring berlanjutnya aksi protes yang dipicu memburuknya kondisi ekonomi sejak akhir bulan lalu.

Dalam wawancara yang sama, Araghchi mengklaim situasi di Iran kini telah kembali terkendali dan pemerintah berada dalam “kendali penuh”. Ia menggambarkan kerusuhan sebagai bagian dari operasi terorisme berskala besar.

“Kami menghadapi operasi terorisme besar sebagai kelanjutan dari perang 12 hari yang dipaksakan kepada kami oleh Israel dan Amerika. Hari ke-13 perang itu adalah 8 Januari. Kami berada di tengah perang, lalu setelah tiga hari operasi terorisme, situasi kini berangsur tenang,” katanya.

Pejabat Iran sebelumnya juga menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik apa yang mereka sebut sebagai “kerusuhan” dan “aksi terorisme” di tengah gelombang protes nasional.

Araghchi turut membantah laporan yang menyebut lebih dari 12.000 orang tewas selama unjuk rasa. Ia menyebut angka tersebut tidak berdasar dan merupakan bagian dari “kampanye disinformasi”. Menurutnya, korban jiwa berada di kisaran ratusan orang.

Saat ditanya mengenai jumlah pasti korban, Araghchi mengatakan data resmi akan diumumkan “dalam waktu sangat dekat, mungkin malam ini” oleh pemerintah Iran.

Hingga kini, otoritas Iran belum merilis angka resmi terkait jumlah korban jiwa maupun warga yang ditahan. Sementara itu, Human Rights Activists News Agency (HRANA), lembaga pemantau HAM berbasis di Amerika Serikat, memperkirakan sedikitnya 2.500 orang tewas—termasuk demonstran dan aparat keamanan—serta lebih dari 1.100 orang luka-luka.

HRANA juga melaporkan lebih dari 18.000 orang ditahan selama aksi protes berlangsung. Namun, data tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan berbeda dengan klaim pemerintah Iran.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Sumber Berita: anadolu

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru