Djoko Setijowarno: APACE Wujud Nyata Transportasi Aman dan Ramah Pelajar di Banjarmasin

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angkutan di Banjarmasin (dok. rentak.id)

Angkutan di Banjarmasin (dok. rentak.id)

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berhasil mengembangkan layanan transportasi publik ramah pelajar dan inklusif. Melalui Program Angkutan Pelajar Ceria (APACE) dan Angkutan Pelajar Disabilitas (APDI), pemerintah kota terus berupaya menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan gratis bagi para pelajar.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengatakan bahwa inisiatif ini berawal dari peluncuran Program APACE pada 1 Oktober 2018.

Program ini merupakan layanan angkutan gratis yang disediakan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk antar-jemput pelajar sekolah.

“Program ini hanya beroperasi pada hari masuk sekolah. Armada APACE tidak diperbolehkan mengangkut penumpang lain selain pelajar. Tujuannya jelas, untuk memastikan pelajar bisa berangkat dan pulang sekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya,” ujar Djoko, Senin (3/11/2025).

Ia menambahkan, pada tahun 2019, APACE menambah dua unit armada untuk melayani sepuluh trayek. Penambahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan angkutan umum yang sudah ada, yang dikenal masyarakat sebagai taksi kota. “Langkah ini cukup strategis, karena dilakukan agar tidak menimbulkan gejolak di lapangan. Sopir taksi kota pun diberdayakan dengan insentif Rp175.000 per hari,” jelasnya.

Seiring waktu, program ini terus berkembang. Tahun 2020 kembali ditambah dua unit armada, dan pada 2021 cakupan layanan diperluas menjadi 15 trayek. Tahun 2022 jumlah armada meningkat delapan unit, dengan rata-rata 325 penumpang per hari. Angka ini terus naik menjadi 387 penumpang per hari pada 2023 dan 477 penumpang per hari pada 2024.

“Selain membantu pelajar, APACE juga menghidupkan kembali taksi kuning yang dulu sempat mati suri. Program ini bukan hanya soal transportasi, tapi juga soal kesejahteraan. Para sopir kini memiliki pendapatan yang lebih pasti tanpa harus menombok biaya BBM,” tutur Djoko.

Angkutan Pelajar Disabilitas: Layanan Inklusif yang Terus Berkembang

Selain APACE, Pemkot Banjarmasin juga menjalankan Angkutan Pelajar Disabilitas (APDI) yang mulai beroperasi efektif pada 2019 dengan dua unit armada. Layanan ini diperluas pada tahun-tahun berikutnya hingga pada 2022 telah melayani enam trayek dengan dua unit tambahan dan mengangkut rata-rata 56 penumpang per hari. Jumlah itu meningkat menjadi 65 penumpang per hari pada 2023 dan mencapai 70 penumpang per hari pada 2024.

“Layanan APDI merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pelajar disabilitas. Ini wujud dari transportasi yang inklusif dan berkeadilan,” ucap Djoko.

Baik APACE maupun APDI beroperasi menyesuaikan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah. Setiap perubahan jadwal dikomunikasikan langsung oleh pihak sekolah melalui pengemudi kepada Dishub Banjarmasin untuk menyesuaikan waktu layanan.

Biasanya, layanan dilakukan dua kali dalam sehari—pagi untuk mengantar ke sekolah dan siang untuk menjemput pulang. Namun, menurut Djoko, “Tidak menutup kemungkinan dilakukan hingga dua kali jemputan, tergantung kebutuhan dan minat pelajar pengguna layanan.”

Hingga Maret 2025, Dishub Banjarmasin tercatat telah mengoperasikan 15 unit APACE yang melayani 57 sekolah, serta 5 unit APDI yang melayani 6 sekolah, terdiri atas lima sekolah inklusi dan satu Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Program ini sudah berjalan lebih dari enam tahun dan menunjukkan hasil yang positif. Pemkot Banjarmasin tidak hanya menyediakan armada, tapi juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia para sopir agar layanan makin profesional,” tutup Djoko.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

91 Persen BBM Habis di Transportasi, Kendaraan Pribadi Jadi Biang Utama
KAI Services Soroti Penumpang Memaksa Masuk KRL Penuh di Manggarai, Keselamatan Jadi Prioritas
Dua Bulan Menggantung, Kasus Maut Matraman Tak Jelas Ujungnya
Alarm Keselamatan Bus Nasional, Hampir 60 Persen Perjalanan Langgar Aturan!
Transportasi Publik Jadi Kunci Hadapi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Berbenah Cepat
Meski Klaim Sukses, Angkutan Lebaran 2026 Sisakan Catatan: 300 Nyawa Melayang dan Lonjakan Penumpang Perlu Evaluasi
Status Siaga di Tol Cisumdawu, Retakan 100 Meter Direspons dengan Operasi Taktis
Lonjakan Penumpang Whoosh Tembus 224 Ribu, Lebaran 2026 Catat Rekor Baru

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 08:13 WIB

91 Persen BBM Habis di Transportasi, Kendaraan Pribadi Jadi Biang Utama

Rabu, 8 April 2026 - 12:14 WIB

KAI Services Soroti Penumpang Memaksa Masuk KRL Penuh di Manggarai, Keselamatan Jadi Prioritas

Senin, 6 April 2026 - 08:35 WIB

Dua Bulan Menggantung, Kasus Maut Matraman Tak Jelas Ujungnya

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Alarm Keselamatan Bus Nasional, Hampir 60 Persen Perjalanan Langgar Aturan!

Jumat, 3 April 2026 - 11:11 WIB

Transportasi Publik Jadi Kunci Hadapi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Berbenah Cepat

Berita Terbaru