Mendiktisaintek Dorong Hilirisasi dan Industrialisasi untuk Keluar dari Middle Income Trap

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat menerima audiensi peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Tahun Anggaran 2025 Lemhannas RI (foto. kemendisaintek)

Mendiktisaintek Brian Yuliarto saat menerima audiensi peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Tahun Anggaran 2025 Lemhannas RI (foto. kemendisaintek)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi sebagai strategi utama untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Tahun Anggaran 2025 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), di Kantor Kemdiktisaintek, Selasa (23/9/2025).

“Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI secara jelas menekankan penguatan sumber daya manusia (SDM), sains, dan teknologi. Hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperkuat daya saing nasional,” ujar Menteri Brian.

Dalam audiensi tersebut, peserta SSDN melakukan kunjungan ke 13 kementerian dan lembaga guna menggali informasi terkait strategi dan dukungan dalam penyusunan kebijakan yang selaras dengan prioritas nasional serta Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.

Pimpinan Rombongan SSDN P3N XXVI Lemhannas RI, Paminto Bambang Pamungkas, menegaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan memperkuat kompetensi para pimpinan nasional.

“Melalui program ini, peserta diharapkan mampu memahami secara mendalam berbagai aspek yang diperlukan untuk mendukung transformasi sistem pendidikan nasional dalam rangka mewujudkan SDM unggul,” kata Paminto.

Menteri Brian menambahkan, Indonesia saat ini memiliki peluang besar melalui bonus demografi yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan bangsa. Pendidikan tinggi, khususnya di bidang sains dan teknologi, disebutnya sebagai aset strategis untuk mencetak lulusan yang mampu mendorong pertumbuhan industri.

“Kita membutuhkan SDM yang unggul dan industri yang kuat. Inilah kunci agar Indonesia memiliki posisi strategis dalam perekonomian global,” tegasnya.

Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi di perguruan tinggi. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan industri strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri, Menteri Brian optimistis Indonesia mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah dan bertransformasi menjadi negara maju.

Penulis : guntar

Editor : gunawan tarigan

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru