Kemenag Lumajang Gelar Monitoring dan Evaluasi Laporan BOS Madrasah, EMIS,

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Monev Laporan Pertanggungjawaban BOS Madrasah, EMIS, dan Program PIP (dok. rentak.id)

Kemenag Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Monev Laporan Pertanggungjawaban BOS Madrasah, EMIS, dan Program PIP (dok. rentak.id)

LUMAJANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah, Education Management Information System (EMIS), dan Program Indonesia Pintar (PIP) pada Sabtu,  (30/8/2025).

Kegiatan ini bertujuan memastikan pengelolaan dan penggunaan dana BOS berjalan sesuai aturan serta tepat sasaran.

Ketua Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kabupaten Lumajang dalam sambutannya menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian Laporan Pertanggungjawaban BOS, terutama bagi madrasah yang belum menuntaskan kewajibannya.

“Seluruh kepala madrasah harus lebih proaktif dalam menyelesaikan administrasi agar tidak menghambat proses anggaran berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Lumajang, Dr. Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag., M.Pd., juga mengingatkan pentingnya sinergi antara kepala madrasah dan bendahara dalam mengelola dana BOS.

“Keterlambatan dalam penyusunan dan penyelesaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dapat berdampak langsung pada pencairan dana BOS tahap selanjutnya. Jika SPJ belum selesai, maka BOS tidak akan cair,” tegasnya.

Ia berharap seluruh madrasah di Lumajang dapat menjaga komitmen dan memperkuat koordinasi internal, sehingga pengelolaan anggaran dapat berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.

Penulis : atz

Editor : ameri

Berita Terkait

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terbaru