KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Dilempar, KAI Commuter Siap Tempuh Jalur Hukum

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – KAI Commuter mengecam keras tindakan pelemparan terhadap KRL Commuter Line No.1674 relasi Tanah Abang–Rangkasbitung yang terjadi pada Rabu (16/7/2025) siang.

Insiden di KM 76+5 antara Stasiun Citeras dan Rangkasbitung ini menyebabkan kaca depan kabin pecah dan kereta harus diperbaiki di Stasiun Rangkasbitung. KAI Commuter menegaskan komitmen mengusut tuntas kejadian ini bersama aparat penegak hukum.

Petugas keamanan KAI Commuter segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan menghimpun informasi dari warga sekitar. Hingga kini, pelaku belum ditemukan dan diduga langsung melarikan diri usai kejadian.

“KAI Commuter akan mengusut tuntas aksi ini dan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti proses hukumnya,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, Rabu (16/7/2025).

Sebagai langkah pencegahan, KAI Commuter rutin melakukan sosialisasi anti-vandalisme kepada warga dan sekolah di sekitar jalur rel. Joni menegaskan bahwa tindakan semacam ini melanggar UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta KUHP, dengan ancaman pidana hingga 15 tahun.

Masyarakat diminta turut menjaga keselamatan perjalanan kereta dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan sarana dan prasarana perkeretaapian.

“KAI Commuter juga berharap peran aktif dari pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan orang tua untuk terus mengedukasi warga dan anak-anaknya agar menjaga keselamatan perjalanan kereta serta tidak melakukan vandalisme,” tutup Joni.(***)

 

 

 

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

91 Persen BBM Habis di Transportasi, Kendaraan Pribadi Jadi Biang Utama
KAI Services Soroti Penumpang Memaksa Masuk KRL Penuh di Manggarai, Keselamatan Jadi Prioritas
Dua Bulan Menggantung, Kasus Maut Matraman Tak Jelas Ujungnya
Alarm Keselamatan Bus Nasional, Hampir 60 Persen Perjalanan Langgar Aturan!
Transportasi Publik Jadi Kunci Hadapi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Berbenah Cepat
Meski Klaim Sukses, Angkutan Lebaran 2026 Sisakan Catatan: 300 Nyawa Melayang dan Lonjakan Penumpang Perlu Evaluasi
Status Siaga di Tol Cisumdawu, Retakan 100 Meter Direspons dengan Operasi Taktis
Lonjakan Penumpang Whoosh Tembus 224 Ribu, Lebaran 2026 Catat Rekor Baru

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 08:13 WIB

91 Persen BBM Habis di Transportasi, Kendaraan Pribadi Jadi Biang Utama

Rabu, 8 April 2026 - 12:14 WIB

KAI Services Soroti Penumpang Memaksa Masuk KRL Penuh di Manggarai, Keselamatan Jadi Prioritas

Senin, 6 April 2026 - 08:35 WIB

Dua Bulan Menggantung, Kasus Maut Matraman Tak Jelas Ujungnya

Senin, 6 April 2026 - 07:38 WIB

Alarm Keselamatan Bus Nasional, Hampir 60 Persen Perjalanan Langgar Aturan!

Jumat, 3 April 2026 - 11:11 WIB

Transportasi Publik Jadi Kunci Hadapi Krisis Energi, Pemerintah Diminta Berbenah Cepat

Berita Terbaru