JAKARTA – Mantan bintang Arsenal dan Real Madrid, Mesut Ozil, kini resmi memasuki dunia politik setelah hampir dua tahun meninggalkan dunia sepak bola. Keputusan ini cukup mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat perubahan drastis dalam penampilannya sejak pensiun.
Langkah Ozil Setelah Gantung Sepatu
Ozil mengakhiri karier profesionalnya pada Maret 2023 setelah bermain untuk klub Turki, Istanbul Basaksehir. Sejak itu, mantan gelandang kreatif ini terlihat aktif di pusat kebugaran dan menunjukkan transformasi fisiknya yang lebih berotot.
“Saya merasa lebih sehat dan lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Ozil dalam sebuah unggahan di media sosial.
Kini, pria berusia 36 tahun tersebut memilih untuk memulai perjalanan politiknya di Turki, negara yang memiliki ikatan erat dengannya secara darah dan budaya. Keputusan ini juga tak lepas dari hubungannya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang bahkan menjadi saksi dalam pernikahannya pada 2019.
Kedekatannya dengan Erdogan sempat menuai pro dan kontra, terutama di Jerman, tempat ia menghabiskan sebagian besar karier internasionalnya.
Bergabung dengan Partai Keadilan dan Pembangunan
Erdogan, yang memimpin Turki sejak 2014, merupakan Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Baru-baru ini, Ozil resmi bergabung dengan AKP dan diangkat sebagai salah satu anggota Dewan Pengambilan Keputusan dan Administrasi Pusat partai tersebut. Nama-nama anggota baru diumumkan dalam kongres besar AKP yang berlangsung di Ankara, di mana Erdogan kembali terpilih sebagai pemimpin partai.
Menurut laporan The Sun, acara tersebut dihadiri oleh puluhan ribu orang, dengan Ozil menjadi salah satu dari 39 anggota baru yang ditunjuk dalam dewan tersebut.
“Ini adalah kehormatan besar bagi saya untuk dapat berkontribusi bagi negara yang memiliki tempat khusus di hati saya,” kata Ozil dalam pidatonya setelah pengangkatan resminya.
Sebagai pemain sepak bola, Ozil memiliki karier yang cemerlang dengan lebih dari 600 pertandingan serta berbagai trofi yang diraihnya di Spanyol dan Inggris. Ia juga menjadi bagian dari skuad Jerman yang memenangkan Piala Dunia 2014, tampil sebagai starter dalam setiap laga di bawah arahan Joachim Low.
Namun, perjalanannya bersama Timnas Jerman berakhir dengan kontroversi setelah ia memilih mundur pada 2018, menyebut adanya perlakuan rasis yang diterimanya dari media dan federasi sepak bola Jerman.
“Saya Jerman ketika kami menang, tapi saya imigran ketika kami kalah,”ungkapnya dalam pernyataan emosional saat itu.
Menunggu Kiprah Politik Ozil
Kini, Ozil memasuki babak baru dalam hidupnya, meninggalkan jejak emas di dunia sepak bola untuk menjajal dunia politik. Banyak yang penasaran bagaimana ia akan berkontribusi dalam dinamika pemerintahan Turki, tetapi satu hal yang pasti, Ozil tetap menjadi sosok yang menarik perhatian, di dalam maupun di luar lapangan. (Rahmat Kurnia)
Penulis : Rahmat Kurnia
Editor : Erka













