SMA Unggulan Garuda, Mendiktisaintek: Pemerataan Pendidikan Tanpa Dikotomi!

- Penulis

Sabtu, 4 Januari 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendiktisaintek Stella Christie (rentak.id)

Wamendiktisaintek Stella Christie (rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan bahwa peluncuran program SMA Unggulan Garuda tidak akan menciptakan dikotomi antara sekolah favorit dan nonfavorit.

Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan talenta nasional di bidang sains dan teknologi dengan asas pemerataan.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan ini fokus pada seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak ada dikotomi sekolah favorit dan nonfavorit. Namun, dalam membangun sains, teknologi, dan ekonomi negara, kita harus memastikan semua talenta dari setiap lapisan mendapatkan kesempatan,” kata Stella dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (3/1/2025).

Mengembangkan Talenta Unggulan Secara Merata

Menurut Stella, pengembangan talenta unggulan tidak boleh terbatas pada lapisan tertentu. Ia menegaskan pentingnya sinergi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.

“Bukan soal favorit atau nonfavorit, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh talenta dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Stella juga menyebut bahwa program ini diluncurkan sebagai bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berbasis sains dan teknologi secara adil.

“Presiden Prabowo, bahkan sejak awal kepemimpinannya, telah menekankan pentingnya akselerasi sains dan teknologi yang merata. Beliau ingin keadilan akses ini diwujudkan untuk seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Stella.

Fokus pada Pemerataan dan Keunggulan

Presiden Prabowo, lanjut Stella, telah memberikan mandat kepada Kemdiktisaintek untuk merancang sistem penerimaan siswa, pelatihan guru, serta kurikulum berbasis pre-universitas bagi SMA Unggulan Garuda. Semua ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip keadilan dan pemerataan.

“Program SMA unggulan ini dirancang agar sains dan teknologi bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya untuk segelintir pihak. Ini komitmen pemerintah terhadap pemerataan pendidikan,” tegasnya.

Lokasi Perdana dan Kurikulum Pre-Universitas

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengungkapkan bahwa pembangunan SMA Unggulan Garuda akan dimulai di beberapa wilayah, seperti Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kurikulumnya dirancang dengan standar yang sangat tinggi, bahkan setara dengan pendidikan pra-universitas. Itulah sebabnya SMA ini ditangani langsung oleh pemerintah pusat, bukan oleh pemerintah daerah seperti SMA lainnya,” terang Satryo.

Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam mencetak talenta unggulan di bidang sains dan teknologi, yang mampu bersaing di kancah global. “Kami optimistis program ini akan mendorong percepatan kualitas pendidikan dan memperkuat daya saing bangsa,” tutupnya.

Berita Terkait

Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan
Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa
Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun
Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran
Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Peringatan Hardiknas 2026 di MA Khomsani Nur: Upacara Meriah dengan Nuansa Kebhinekaan
Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon
Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:55 WIB

Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:57 WIB

Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:40 WIB

Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:52 WIB

Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran

Senin, 4 Mei 2026 - 17:11 WIB

Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Berita Terbaru