Wamen Diktisaintek: “Riset adalah Investasi, Bukan Beban Biaya”

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Stella Christie, menegaskan pentingnya riset sebagai penggerak ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Ia menyatakan bahwa riset bukan beban biaya, melainkan bentuk investasi jangka panjang dan pendek yang nyata manfaatnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Stella dalam gelaran Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 yang diselenggarakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Sabtu (23/8).

Acara tersebut digelar untuk memperingati 112 tahun kiprah Sampoerna dan menghadirkan sesi Leadership Talks bertajuk “Bincang Karya” dengan tema Rakyat Berkarya, Masyarakat Berdaya.

“Riset adalah motor pertumbuhan ekonomi langsung. Bukan sekadar wacana, tetapi hasilnya bisa dirasakan baik dalam jangka pendek maupun panjang,” tegas Stella dalam forum tersebut.

Ia mencontohkan, bagaimana potensi lokal seperti daun nilam dari Aceh kini mampu menembus pasar ekspor, serta rumput laut yang produksinya melimpah di Indonesia, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Riset menurutnya menjadi kunci membuka nilai tambah dari potensi tersebut.

Wamen Stella juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan industri agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium.

“Kita harus bertransformasi menjadi universitas berbasis riset. Karena hanya lewat riset, lahirlah inovasi yang bisa menggerakkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadikan Indonesia sebagai pemain global,” ujarnya.

Acara ini sekaligus menjadi ajakan kolaboratif bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi sebagai pondasi kemajuan bangsa.(****)

 

 

Penulis : Zul

Editor : Ami

Berita Terkait

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terbaru