Sistem Penjurusan IPA, IPS dan Bahasa Kembali Diterapkan, Siswa Bisa Pilih Fokus Studi di Jenjang SMA

- Penulis

Sabtu, 12 April 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat menghadiri acara Halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Perpustakaan Kemendikdasmen. (foto. lazir)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat menghadiri acara Halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Perpustakaan Kemendikdasmen. (foto. lazir)

JAKARTA – Setelah sempat dihapus dalam Kurikulum Merdeka, sistem penjurusan di jenjang SMA kini resmi akan dihidupkan kembali. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat menghadiri acara Halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2025).

“Jurusan akan kita kembalikan lagi seperti semula. Nantinya siswa bisa memilih jurusan IPA, IPS, atau Bahasa,” ujar Abdul Mu’ti tegas di hadapan para wartawan.

Dengan diterapkannya kembali sistem ini, siswa SMA dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan potensi mereka. Dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA)—yang kini menjadi pengganti Ujian Nasional—mereka akan mengikuti dua mata pelajaran wajib, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, serta satu atau dua mata pelajaran pilihan sesuai jurusan yang diambil.

“Kalau siswa memilih IPA, dia bisa mengambil mata pelajaran tambahan seperti fisika, kimia, atau biologi. Sedangkan yang memilih IPS bisa mengambil ekonomi, sejarah, atau rumpun ilmu sosial lainnya,” jelas Mu’ti.

Sistem penjurusan ini juga menjadi bagian dari penyempurnaan format TKA, yang dirancang untuk mengukur kompetensi akademik siswa di akhir jenjang pendidikan. Berbeda dari Ujian Nasional yang bersifat wajib, TKA hanya akan diikuti oleh siswa yang benar-benar siap dan ingin menambah nilai dalam portofolio akademik mereka.

“Tes ini tidak wajib, tapi hasilnya bisa menjadi alat ukur yang lebih terstandar. Ini juga membantu kita memberikan data yang valid kepada lembaga pendidikan di luar negeri,” tambahnya.

Menurut Abdul Mu’ti, kebijakan ini merupakan respons atas banyaknya laporan dari perguruan tinggi luar negeri yang menilai sistem penilaian di Indonesia kurang memberikan gambaran kemampuan akademik siswa secara spesifik.

“Waktu zaman Pak Nadiem, kita sempat hilangkan jurusan dan diganti dengan sistem yang lebih fleksibel. Tapi ternyata banyak universitas luar negeri menolak karena tidak ada ukuran yang jelas soal kemampuan pelajar kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, TKA akan diterapkan di seluruh jenjang akhir pendidikan dasar dan menengah. Untuk siswa kelas 6 SD dan 9 SMP, mata pelajaran yang diujikan tetap Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara untuk kelas 12 SMA, selain dua mata pelajaran wajib, siswa juga akan mengikuti Bahasa Inggris serta mata pelajaran sesuai jurusan yang mereka ambil.

Dengan kembalinya sistem penjurusan, pemerintah berharap proses pembelajaran dan penilaian siswa menjadi lebih terarah serta memudahkan jenjang pendidikan selanjutnya, baik di dalam maupun luar negeri.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB