Serangan ke Andrie Yunus Dinilai Janggal, Pakar Soroti Minimnya Perencanaan

- Penulis

Senin, 23 Maret 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Pandangan berbeda muncul terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai peristiwa tersebut belum tentu dapat dikategorikan sebagai kejahatan yang dirancang secara sistematis.

Serangan terjadi pada 14 Maret di kawasan Salemba, Jakarta, setelah Andrie meninggalkan kantor YLBHI. Dua pelaku yang terekam CCTV menyiramkan air keras hingga menyebabkan luka serius.

Meski aparat kepolisian dan sejumlah anggota DPR menilai aksi ini terencana, Reza justru melihat adanya celah dalam asumsi tersebut. Ia menegaskan bahwa kejahatan terorganisasi harus memenuhi empat indikator utama, yaitu target, motif keuntungan, kesiapan sumber daya, dan manajemen risiko.

Menurutnya, hanya dua aspek yang tampak jelas, yakni adanya target spesifik serta kesiapan alat dan pelaku. Sementara itu, motif keuntungan dan pengelolaan risiko dinilai tidak terlihat kuat.

“Tidak ada indikasi pelaku berusaha menutup jejak. Ini berbeda dengan pola kejahatan terencana pada umumnya,” ujarnya.

Reza menambahkan, minimnya upaya menghilangkan bukti, termasuk tidak adanya penyamaran identitas, memperkuat keraguannya atas klaim bahwa serangan ini merupakan aksi terorganisasi. ***

Berita Terkait

KPK OTT di BPN Bogor, 17 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Miliar Disita
Komisi III DPR Desak Kasus Kematian Winda Lorenza di Medan Diusut Tuntas
Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Ditangkap Polisi di Ciparay
Polisi Ringkus Pasangan Kekasih Diduga Edarkan Sabu di Palmerah, Sita Barang Bukti 6,13 Gram
Marwan Dasopang: Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Tak Boleh Berhenti pada Pelaku Utama
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 16 Kg Sabu di Depok, Disembunyikan dalam Ban Mobil
17 Remaja Pelaku Konvoi Flare Diamankan, Polisi Soroti Peran Pengawasan Orang Tua
Sahroni dan Keluarganya Ditemukan Terkubur di Gudang, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:39 WIB

KPK OTT di BPN Bogor, 17 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Miliar Disita

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Komisi III DPR Desak Kasus Kematian Winda Lorenza di Medan Diusut Tuntas

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:40 WIB

Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Ditangkap Polisi di Ciparay

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:04 WIB

Polisi Ringkus Pasangan Kekasih Diduga Edarkan Sabu di Palmerah, Sita Barang Bukti 6,13 Gram

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:33 WIB

Marwan Dasopang: Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Tak Boleh Berhenti pada Pelaku Utama

Berita Terbaru