17 Remaja Pelaku Konvoi Flare Diamankan, Polisi Soroti Peran Pengawasan Orang Tua

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RENTAK.ID – Aksi konvoi remaja dengan membawa flare dan kembang api di kawasan Ciledug Raya yang viral di media sosial berujung penindakan aparat kepolisian. Sebanyak 17 remaja diamankan oleh Polsek Pesanggrahan.

Kapolsek Pesanggrahan, Seala Syah Alam, menyebut langkah tersebut diambil sebagai respons atas laporan masyarakat.

“Aksi konvoi tanpa izin dengan penggunaan flare di jalan sangat membahayakan pengguna jalan dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Peristiwa terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WIB di Pertigaan Swadarma Raya, Kelurahan Ulujami. Rombongan diketahui berasal dari Jakarta Barat dan menuju Tangerang.

Polisi mengungkap kasus ini dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI) melalui penelusuran video yang beredar di media sosial.

Para pelaku dikenakan Pasal 256 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam bulan penjara. Namun, polisi memilih pendekatan pembinaan dengan menjatuhkan sanksi sosial.

“Karena ini juga momentum Ramadan, kami beri sanksi kerja bakti membersihkan lingkungan dan selokan di sekitar pos pantau,” kata Seala.

Dalam penindakan tersebut, polisi menyita sembilan bendera kelompok, enam unit handphone, serta empat sepeda motor jenis Honda Supra, Beat, Vario, dan Yamaha X-Ride.

Seala menegaskan bahwa penggunaan flare dan petasan di jalan raya berpotensi memicu kebakaran, terutama karena banyaknya kabel listrik dan jaringan fiber optik di lokasi.

“Kalau terkena api, bisa memicu kebakaran atau bahkan pemadaman listrik,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyoroti fakta bahwa sebagian orang tua tidak mengetahui aktivitas anaknya. Bahkan, ada yang berpamitan untuk kegiatan berbagi takjil.
Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm bagi keluarga.

“Orang tua harus lebih aktif mengawasi anak, terutama di malam hari selama Ramadan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tegasnya.

Ia menambahkan, aksi tersebut sangat berbahaya bagi pelaku maupun masyarakat sekitar. “Beruntung tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Marwan Dasopang: Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Tak Boleh Berhenti pada Pelaku Utama
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 16 Kg Sabu di Depok, Disembunyikan dalam Ban Mobil
Serangan ke Andrie Yunus Dinilai Janggal, Pakar Soroti Minimnya Perencanaan
Sahroni dan Keluarganya Ditemukan Terkubur di Gudang, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Azmi Syahputra Minta Polisi Buka Kembali Penyelidikan Kematian Arya Danu Pangayunan
OTT KPK di Sumut, Menteri PU Nonaktifkan Tiga Pejabat BBPJN
Aboe Bakar Apresiasi Penangkapan 2 Ton Sabu: Delapan Juta Jiwa Terselamatkan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:33 WIB

Marwan Dasopang: Kasus Pemerkosaan Santriwati di Pati Tak Boleh Berhenti pada Pelaku Utama

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:12 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 16 Kg Sabu di Depok, Disembunyikan dalam Ban Mobil

Senin, 23 Maret 2026 - 18:10 WIB

Serangan ke Andrie Yunus Dinilai Janggal, Pakar Soroti Minimnya Perencanaan

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:55 WIB

17 Remaja Pelaku Konvoi Flare Diamankan, Polisi Soroti Peran Pengawasan Orang Tua

Selasa, 2 September 2025 - 13:08 WIB

Sahroni dan Keluarganya Ditemukan Terkubur di Gudang, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Berita Terbaru