MEDAN – Film bergenre horor berjudul “Mamaku Kuntilanak” mulai mencari para pemainnya. Proses casting film tersebut digelar di Pentas Keong, Taman Budaya Sumatera Utara, Kompleks PRSU Medan, Senin (14/9/2026).
Casting dilakukan langsung oleh penulis skenario sekaligus sutradara asal Jakarta, Syamsul Hilal. Sebanyak 23 peserta mengikuti tahap pertama seleksi pemain, sementara casting lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2026 dengan melibatkan 18 peserta lainnya.
Film Mamaku Kuntilanak mengangkat kisah horor tentang seorang perempuan hamil yang meninggal dunia. Beberapa hari setelah dimakamkan, kuburannya digali oleh seseorang yang tengah mencari ilmu hitam untuk mengambil tali pocong dari jasad tersebut.
Namun, setelah tali pocong diambil, makam itu ditinggalkan begitu saja. Penjaga makam kemudian dikejutkan oleh suara tangisan bayi yang berasal dari dalam kuburan.
Dalam kisah film tersebut, perempuan yang telah meninggal ternyata melahirkan bayinya setelah dimakamkan. Penjaga makam kemudian menyelamatkan bayi itu dan menyerahkannya kepada lurah setempat.
Enam tahun berlalu. Bayi tersebut tumbuh menjadi seorang anak dan mulai bersekolah. Namun, kehidupan anak itu berubah setelah sosok perempuan misterius yang ternyata jelmaan kuntilanak mendatanginya.
“Kau anakku, sayang,” ujar sosok kuntilanak tersebut kepada anak itu.
Kemunculan kuntilanak tersebut sontak membuat warga gempar. Sosok itu kemudian menghilang ke angkasa. Anak berusia enam tahun tersebut akhirnya dibawa oleh sang lurah ke rumahnya.
Di tengah situasi tersebut, lurah mengungkapkan bahwa anak itu bukan anak kandungnya. Misteri mengenai siapa sebenarnya ibu sang anak pun menjadi salah satu bagian penting dalam cerita Mamaku Kuntilanak.
Proses casting di Medan turut mendapat perhatian dari sejumlah insan seni dan teater Sumatera Utara. Hadir di antaranya H. Amsyal, pimpinan sekaligus sutradara Teater Cendana; Erwin Parende, Ketua Persatuan Artis Indonesia (PARFI) Cabang Sumut; Khadizah Lubis dari Teater Imago Medan; Mansyur Nst dari Teater Serumpun; serta Rindy dari Teater Dermaga Belawan.
Kehadiran para pelaku seni tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pencarian talenta lokal yang akan terlibat dalam produksi film tersebut.
Syamsul Hilal mengatakan, proses casting menjadi tahap penting untuk menemukan pemain yang sesuai dengan karakter dalam skenario.
“Kami ingin mendapatkan pemain yang benar-benar sesuai dengan karakter yang sudah dibangun dalam cerita. Karena itu, proses casting dilakukan dengan seleksi yang serius,” kata Syamsul.
Selain kemampuan akting, peserta juga dinilai berdasarkan kesesuaian karakter dengan tokoh yang akan diperankan. Tahapan berikutnya diharapkan dapat semakin mengerucutkan pilihan pemain sebelum produksi film dimulai.
Dengan menggabungkan unsur horor, misteri, dan konflik keluarga, Mamaku Kuntilanak menawarkan cerita tentang hubungan seorang ibu dan anak yang dipenuhi kejadian supranatural.
Casting di Medan menjadi salah satu tahapan awal untuk mempersiapkan jajaran pemain yang nantinya akan menghidupkan cerita tersebut.
Penulis : lazir
Editor : ameri






