Selly Andriyana Gantina: Regulasi Pesantren Harus Tegas, Lindungi Santri dari Kekerasan

- Penulis

Kamis, 6 Maret 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriyana Gantina, menekankan pentingnya pesantren ramah lingkungan dan perlindungan anak dalam sistem pendidikan agama.

Dalam sebuah diskusi, ia mengungkapkan bahwa masih banyak stigma di masyarakat mengenai pendidikan agama yang dianggap sebagai pilihan kedua setelah sekolah negeri.

“Orang tidak pernah tahu bahwa SMA terbaik di Indonesia justru berasal dari madrasah, seperti MAN Insan Cendekia. Ini menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak boleh dipandang sebelah mata,” kata Sally dalam diskusi  dengan tema Mengawal Komitmen Kementerian Agama Dalam Penerapan Kebijakan Pesantren Ramah Anak yang digelar Ruang PPIP Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Kamis (6/3/2025).

Menurut Selly, regulasi yang mengatur pesantren sebenarnya sudah ada, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Namun, ia menilai masih ada banyak hal yang perlu diperjelas, terutama terkait perlindungan anak di lingkungan pesantren.

“Apakah regulasi ini sudah cukup spesifik dalam mengatur perlindungan anak? Itu yang harus kita kaji kembali,” tegasnya.

Selain regulasi, Selly juga menyoroti isu pengawasan pesantren, terutama yang tidak memiliki izin resmi. Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap lembaga pendidikan agama harus lebih ketat dan berkelanjutan.

“Kasus-kasus kekerasan di pesantren yang mencuat belakangan ini tidak bisa digeneralisasi. Kekerasan bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di lingkungan pendidikan agama. Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan adanya pengawasan dan regulasi yang jelas,” paparnya.

Politisi PDIP ini juga menekankan pentingnya pelatihan bagi pengelola pesantren agar metode pendidikan yang diterapkan tidak mengarah pada kekerasan.

“Ada anggapan bahwa kekerasan di pesantren itu hal yang lumrah untuk membentuk karakter santri. Ini perlu diubah. Kementerian Agama harus mengambil peran dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pengelola pesantren,” katanya.

Selly juga mengkritisi minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan agama. Berbeda dengan sekolah negeri yang dikelola oleh pemerintah daerah, pesantren dan madrasah sepenuhnya berada di bawah Kementerian Agama, sehingga anggarannya bergantung pada kebijakan pusat.

“Banyak guru madrasah swasta yang hanya mendapatkan honor Rp200-300 ribu per bulan, itu pun bergantung pada dana BOS. Ketika ada efisiensi anggaran, mereka yang paling terdampak,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan bahwa negara harus lebih berpihak pada pendidikan agama dan memastikan keberlangsungan pesantren yang ramah anak.

“Tanpa pesantren, kita mungkin akan lebih tertinggal. Oleh karena itu, regulasi yang dibuat ke depan harus benar-benar melindungi santri dan memastikan pendidikan agama tidak diperlakukan sebagai kelas dua,” pungkasnya.***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru