BOGOR – Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat Muslim di berbagai daerah memiliki tradisi berkumpul bersama dalam suasana penuh keakraban. Di Bogor, tradisi ini dikenal sebagai “Cucurak,” yang berasal dari bahasa Sunda dialek Bogor, bermakna ‘bersenang-senang’ sebelum memasuki bulan penuh ibadah.
Dalam rangka menyambut Ramadhan, Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Bogor berkolaborasi dengan DPP IKA Tabagsel mengadakan acara Cucurak bersama di Foodcourt Bogor Creative Centre (BCC), Jl. Arsitek Silaban, Pabaton, Bogor Tengah.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah wartawan dari berbagai media, termasuk Suara Indonesia, Portal Banten, Dinamika News, Suarain News, Rentak.ID, Gapura News, Pelita Informasi News, dan Koran Sinar Pagi Juara.
Sementara dari pihak DPP IKA Tabagsel, hadir Sekretaris Jenderal Rahmat Kurnia Lubis, Ketua Dewan Penasehat H. Awaluddin Lubis (Mangaraja Panyahatan), Ketua Humas dan Jaringan Media Iran G. Hasibuan, serta Ketua Media Sosial dan Digital Putra Chaerudin Matondang.
Acara yang dipandu oleh Rahmat Kurnia Lubis ini menghadirkan Ustad H. Mahlil Afandi Nasution, dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustad Abdul Muthalib, M.Pd.
Dalam sambutannya, H. Ahyar Matondang menyampaikan rasa syukurnya. “Saya bersyukur atas dua hal. Pertama, karena bulan ini merupakan bulan kelahiran saya. Kedua, karena kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M,” ujarnya.
H. Awaluddin Lubis juga memberikan pesan keislaman dalam sambutannya.
“Kita adalah umat Islam Ahli Sunnah Wal Jamaah. Semoga momen ini menjadi penghubung bagi kita dalam memahami hakikat agama dan sebagai jalan menuju ridha serta surga Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Ustad H. Mahlil Afandi Nasution memberikan kajian tentang puasa, membahas aspek hukum, makna, serta hakikatnya.
“Puasa sejati bukan sekadar menahan lapar dan haus. Jika hanya itu, sejak kecil pun kita sudah terbiasa melakukannya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan dengan sebuah hadits, “Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi mereka tidak mendapatkan pahala selain rasa haus dan lapar,” kutipnya.
Sebagai penutup, Ustad Abdul Muthalib memimpin doa bersama sebelum seluruh peserta menikmati hidangan dalam suasana penuh kebersamaan. Acara ini pun menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan, sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang lebih bersih. (RKL)
Penulis : Rahmat Kurnia
Editor : Erka













