YOGYAKARTA – Kementerian Kebudayaan menyiapkan restorasi besar dan menyeluruh terhadap kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu. Upaya ini ditujukan untuk melestarikan warisan budaya abad ke-9 sekaligus menghidupkannya sebagai living heritage yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli mengatakan, restorasi Candi Prambanan membutuhkan keterlibatan banyak ahli karena kondisi bangunan dan material yang tersisa cukup kompleks.
“Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini. Tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh,” ujar Fadli, Rabu (9/9/2026).
Kompleks Prambanan memiliki 224 candi perwara yang mengelilingi Candi Siwa, Brahma, dan Wisnu. Namun, baru enam candi perwara yang berhasil dipugar sejak era kemerdekaan. Sebanyak 218 candi perwara lainnya masih runtuh atau belum direkonstruksi.
Tantangan utama pemugaran adalah keterbatasan batu asli. Material yang tersisa di sejumlah titik diperkirakan hanya 10-30 persen dengan kondisi beragam, mulai dari utuh, pecah hingga mengalami pelapukan.
Kementerian Kebudayaan kini mematangkan kajian dengan melibatkan ahli konservasi, arkeologi dan teknik struktur. Pemerintah India juga berkomitmen mendukung pemugaran satu kuadran atau seperempat area candi perwara.
Sementara tiga perempat area lainnya akan direstorasi oleh tim ahli nasional sesuai kaidah pemugaran UNESCO.
Fadli berharap restorasi tersebut mampu meningkatkan daya tarik Prambanan sebagai destinasi wisata budaya, sejarah dan religi.
“Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi dari berbagai negara, wisatawan asing dan juga dari domestik,” katanya.
Selain memulihkan bangunan, pemerintah ingin Candi Prambanan dan candi-candi perwaranya menjadi living heritage yang terus hidup di tengah masyarakat sekaligus memperkuat identitas bangsa.
Penulis : lazir
Editor : ameri






