Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong SMK Siapkan Lulusan Siap Bersaing di Pasar Kerja Global

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat membuka Kegiatan Koordinasi Mutu SMK untuk Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri Tahun 2025.(dok. rentak.id)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat membuka Kegiatan Koordinasi Mutu SMK untuk Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri Tahun 2025.(dok. rentak.id)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya dunia pendidikan Indonesia memanfaatkan peluang dari era bonus demografi.

Menurutnya, pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Hal ini disampaikan Abdul Mu’ti saat membuka Kegiatan Koordinasi Mutu SMK untuk Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (18/9/2025) malam. Acara tersebut dihadiri perwakilan kementerian, lembaga terkait, kedutaan besar, serta pelaku dunia usaha dan industri (DUDI).

“Peluang pasar kerja global dengan berbagai kerja sama antarnegara memberikan kesempatan besar bagi pendidikan vokasi untuk mempersiapkan lulusan SMK agar dapat berkiprah di kancah internasional sebagai tenaga kerja profesional dan berdaya saing,” ujar Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen menjelaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia. Dalam pidato kenegaraan pada 15 Agustus 2025, Presiden menekankan pentingnya mendorong lulusan Indonesia agar mampu bekerja di luar negeri, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan, harkat, dan martabat bangsa.

“Pak Presiden menegaskan agar lulusan SMK tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di mancanegara. Ini adalah momentum untuk memperkuat peran SMK sebagai penghasil tenaga kerja profesional yang siap menghadapi tantangan global,” jelas Mu’ti.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti memaparkan tiga langkah penting yang harus dipersiapkan agar lulusan SMK siap bekerja di luar negeri, yaitu:

Lulusan SMK harus memiliki keterampilan sesuai standar global dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Para lulusan perlu memiliki mental yang kuat untuk bekerja di luar negeri, termasuk kesiapan merantau jauh dari keluarga.

Pengetahuan budaya dan bahasa negara tujuan kerja menjadi faktor penting agar lulusan SMK dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

“Ini harus dipersiapkan sejak awal. Mereka perlu memahami bahasa dan sistem sosial negara tujuan, sehingga dapat beradaptasi dengan baik,” kata Mu’ti.

Acara koordinasi yang berlangsung pada 18–20 September 2025 ini diselenggarakan oleh Direktorat SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen.

Kegiatan ini juga melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta mitra industri. Perwakilan Kedutaan Besar dari Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Bulgaria, Turki, Australia, dan Selandia Baru turut hadir untuk memaparkan peluang kerja, kebijakan, serta kebutuhan tenaga kerja asing di negara masing-masing.

Melalui forum ini, pemerintah berharap kebijakan pendidikan vokasi dapat semakin selaras dengan kebutuhan pasar kerja global, sehingga lulusan SMK Indonesia dapat lebih kompetitif di tingkat internasional.

Berita Terkait

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat
Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:02 WIB

KPPTI 2026 Digelar di Surabaya, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Lebih Berdampak bagi Masyarakat

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Berita Terbaru