Menaker Yassierli Minta ILO Tetapkan Instrumen Perlindungan Bahaya Biologis

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli Saat di Jenewa. (dok. rentak.id)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli Saat di Jenewa. (dok. rentak.id)

JENEWA-  Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyerukan pentingnya penetapan standar internasional untuk melindungi pekerja dari paparan bahaya biologis di tempat kerja.

Seruan ini disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-113 yang digelar di Jenewa, Swiss, Jumat (13/6/2025).

“Pandemi COVID-19 menjadi pelajaran besar bagi dunia kerja. Kami percaya sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang kuat dan adaptif adalah fondasi utama dalam menghadapi risiko bahaya biologis di lingkungan kerja,” ujar Menaker Yassierli dalam pidatonya.

Yassierli menyambut baik pembahasan oleh International Labour Organization (ILO) terkait penyusunan instrumen internasional untuk perlindungan terhadap bahaya biologis. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang fleksibel dan berbasis risiko dalam perumusan instrumen tersebut, terutama dengan mempertimbangkan perbedaan kapasitas antarnegara.

“Standar ini harus mempertimbangkan kondisi negara berkembang dan pelaku usaha kecil, termasuk UMKM, agar bisa diimplementasikan secara efektif,” tegasnya.

Di tingkat nasional, Indonesia telah lebih dulu mengambil langkah proaktif. Salah satunya melalui penerbitan SNI 9099:2022 tentang Penilaian Faktor Biologis di Tempat Kerja. Standar ini mewajibkan pelaku usaha melakukan penilaian risiko secara berkala serta menerapkan langkah-langkah pengendalian terhadap penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS.

Selain itu, Kemnaker juga mengembangkan kebijakan berbasis riset dan memperkuat sinergi multipihak, termasuk penyusunan pedoman perlindungan pekerja dari penyakit menular. Yassierli menekankan pentingnya kerja sama tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Kami ingin agar standar internasional ini bukan hanya normatif di atas kertas, tetapi benar-benar bisa diterapkan di lapangan,” tambahnya.

Senada dengan Menaker, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Fahrurozi, menyoroti peran strategis ILO dalam mendukung penguatan kapasitas negara anggota. Ia juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berbagi praktik baik dalam pengendalian bahaya biologis, khususnya dari pengalaman saat pandemi.

“Kolaborasi global dan pertukaran pengetahuan adalah kunci untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujar Fahrurozi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Bertemu Presiden Swiss Guy Parmelin, AHY Dorong Kerja Sama Infrastruktur Strategis
Transparansi Dana Hibah Jadi Sorotan, Laskar Anti Korupsi Apresiasi PGPI DKI Jakarta
Bandara Dhoho Kediri Tak Ditutup, Ini yang Berubah Setelah KSO Berakhir
108 KK di Desa Patialo Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Tak Lagi Pakai Lampu Teplok
Mendag Budi Santoso ke AS, Ini 4 Isu Perdagangan yang Dibawa Indonesia di G20
DKPP Copot Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Terbukti Langgar Kode Etik
Tahlilan Hari Ketiga Guruh Soekarnoputra, Megawati dan Puan Hadir di Sriwijaya
Banjir Tapanuli Tengah, Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Kementerian PU Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:20 WIB

Bertemu Presiden Swiss Guy Parmelin, AHY Dorong Kerja Sama Infrastruktur Strategis

Selasa, 29 September 2026 - 14:30 WIB

Transparansi Dana Hibah Jadi Sorotan, Laskar Anti Korupsi Apresiasi PGPI DKI Jakarta

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Bandara Dhoho Kediri Tak Ditutup, Ini yang Berubah Setelah KSO Berakhir

Selasa, 29 September 2026 - 10:55 WIB

108 KK di Desa Patialo Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Tak Lagi Pakai Lampu Teplok

Selasa, 29 September 2026 - 08:44 WIB

Mendag Budi Santoso ke AS, Ini 4 Isu Perdagangan yang Dibawa Indonesia di G20

Berita Terbaru

Audi Marissa dan Anthony Xie.(foto.ist)

Hiburan

Audi Marissa dan Anthony Xie Rujuk, Kembali Serumah

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:30 WIB