LaNyalla Dorong Koperasi Desa Jadi Solusi PHK dan Gerakan Kembali ke Desa

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti  (dok.rentak.id)

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (dok.rentak.id)

JAKARTA – Maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri membuat Senator DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi di tingkat desa.

Ia menilai keberadaan Koperasi Merah Putih di hampir seluruh desa di Indonesia bisa menjadi pintu masuk untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong warga kembali ke kampung halaman.

“Laiknya jalan pulang bagi mereka yang terdampak PHK, koperasi ini bisa jadi penggerak ekonomi lokal jika dikelola dengan baik,” kata LaNyalla, Selasa (6/5/2025).

Ia menambahkan bahwa mayoritas korban PHK selama ini berasal dari desa dan terpaksa merantau ke kota karena keterbatasan peluang usaha di kampung halaman.

Menurutnya, saat ini momen yang tepat untuk menggerakkan Gerakan Kembali ke Desa (GKD). Dengan keberadaan koperasi yang menjangkau desa-desa, ditambah dukungan pembiayaan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh bank-bank milik negara, desa bisa menjadi pusat ekonomi baru.

“Yang penting sekarang adalah bagaimana menghidupkan koperasi itu dengan partisipasi masyarakat desa sendiri. Jangan hanya berdiri di atas kertas, tapi benar-benar memberikan dampak ekonomi,” tegas LaNyalla.

Ia juga menyampaikan bahwa sinergi lintas kementerian sangat dibutuhkan agar koperasi ini tidak jalan di tempat. “Kementerian Pertanian, UMKM, Perdagangan, hingga Pariwisata harus turun tangan, tidak bisa hanya mengandalkan Kementerian Koperasi,” ujarnya.

Tak kalah penting, LaNyalla mengingatkan agar ada sistem pemantauan yang ketat terhadap kinerja koperasi. Ia khawatir jika koperasi-koperasi ini tidak didampingi secara intensif, maka tujuan awal untuk membangkitkan ekonomi desa bisa gagal tercapai.

“Setelah dibentuk, koperasi itu jangan ditinggal. Harus ada evaluasi rutin agar kalau ada masalah, bisa cepat diselesaikan,” tutupnya.

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB