KSPI Desak Kenaikan Upah Minimum 2026 hingga 10,5%

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Said Iqbal . (dok. rentak.id)

Said Iqbal . (dok. rentak.id)

JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mendesak pemerintah menetapkan kenaikan upah minimum 2026 di kisaran 8,5% hingga 10,5%.

Usulan ini didasarkan pada hasil survei dan analisa Litbang KSPI dan Partai Buruh yang mengacu pada Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168.

Menurut putusan tersebut, penetapan upah minimum harus mempertimbangkan nilai inflasi, pertumbuhan ekonomi, indeks tertentu, dan pemenuhan kebutuhan hidup layak (KHL). MK juga menegaskan bahwa upah minimum sektoral (UMSP/UMSK) wajib diberikan kepada buruh dengan nilai di atas UMP/UMK.

“Sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja, pembahasan kenaikan upah minimum dilakukan di Dewan Pengupahan Nasional dan Daerah pada September–Oktober, lalu ditetapkan oleh gubernur pada November,” ujar Said Iqbal, Senin (11/8/2025).

Rincian Perhitungan KSPI
Berdasarkan kajian Litbang KSPI dan Partai Buruh, komponen kenaikan upah minimum 2026 meliputi:

Inflasi: akumulasi Oktober 2024–September 2025 diperkirakan 3,23%.

Pertumbuhan Ekonomi: berkisar 5,1%–5,2%.

Indeks Tertentu: usulan KSPI sebesar 1,0–1,4.

Dengan formula ini, kenaikan upah minimum 2026 diusulkan berada pada kisaran 8,5%–10,5%.

Untuk upah minimum sektoral (UMSP/UMSK), KSPI menambahkan perhitungan nilai tambah tiap sektor industri yang berkisar 0,5%–5%, sehingga total kenaikan sektor tertentu dapat mencapai (8,5%–10,5%) + (0,5%–5%) sesuai jenis industrinya.

KSPI dan Partai Buruh meminta pemerintah menetapkan keputusan kenaikan upah paling lambat 30 Oktober 2025, dengan rapat Dewan Pengupahan digelar 25 Agustus–30 Oktober 2025.

Sebagai bentuk desakan, aksi besar-besaran akan digelar 28 Agustus 2025 di 38 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota. Aksi damai ini akan melibatkan puluhan hingga ratusan ribu buruh.

“Aksi ini adalah penyampaian aspirasi untuk kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5% hingga 10,5%,” tegas Said Iqbal.

Enam Tuntutan Buruh
Selain isu kenaikan upah, buruh juga akan menyuarakan enam tuntutan lain:

Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM).

Stop PHK dan bentuk Satgas PHK.

Reformasi Pajak Perburuhan: Naikkan PTKP menjadi Rp7,5 juta/bulan, hapus pajak pesangon, THR, JHT, dan diskriminasi pajak bagi perempuan menikah.

Sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw.

Sahkan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.

Revisi RUU Pemilu dengan desain ulang sistem Pemilu 2029.

Said Iqbal menegaskan, perjuangan kenaikan upah minimum 2026 adalah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan buruh sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru