Kemdikbudristek Dorong Lahirnya Doktor Muda Melalui PMDSU, Percepat Transformasi Pendidikan Tinggi

- Penulis

Senin, 26 Mei 2025 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Khairul Munadi, menegaskan pentingnya percepatan lahirnya generasi ilmuwan muda Indonesia yang unggul, inovatif, adaptif, dan kolaboratif.

Hal ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya bersama untuk memajukan sains dan teknologi nasional.

“Bapak-Ibu, rekan-rekan media yang saya hormati, kita tentu saja menyadari bersama bahwa program doktoral adalah jenjang tertinggi dalam pendidikan akademik, yang kontribusi dan dampaknya sangat besar terhadap pengembangan sains, inovasi, teknologi, serta daya saing bangsa,” ujarnya saat peluncuran Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Graha Diktisaintek Gedung D Lantai 2 Kemdiktisaintek
Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, Senin (26/5/2025).

Ia menambahkan, saat ini Indonesia menghadapi tantangan besar di era global—mulai dari disrupsi teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik—yang menuntut kapasitas intelektual dan inovasi tinggi dari setiap sumber daya manusianya.

“Di sinilah peran pendidikan tinggi menjadi sangat vital. Tidak hanya sebagai institusi penghasil lulusan, tetapi juga sebagai katalisator perubahan sosial, pusat inovasi teknologi, dan penggerak kebijakan berbasis riset,” tegasnya.

Dalam konteks inilah, lanjut Khairul, program PMDSU hadir sebagai respon strategis. Program ini dirancang untuk mempercepat lahirnya doktor-doktor muda melalui jalur percepatan pendidikan. “Kalau pada umumnya jalur magister memakan waktu dua tahun dan doktoral tiga sampai empat tahun, total lima sampai enam tahun, maka melalui PMDSU bisa ditempuh dalam empat tahun saja, tentu dengan kualitas yang tetap terjaga,” jelasnya.

Program ini juga selaras dengan arahan Presiden RI yang menempatkan pendidikan tinggi dan riset sebagai tulang punggung transformasi bangsa. Karena itu, Kemdikbudristek berkomitmen penuh untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berdampak nyata.

“Paradigma kami adalah ‘Dikti-Saintek Berdampak’. Kami mendorong peningkatan mutu bimbingan akademik melalui pelatihan berkelanjutan dan forum kolaboratif antar-promotor. Kami juga memperluas jejaring riset, baik nasional maupun internasional, termasuk dunia industri dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain itu, perguruan tinggi juga diajak untuk mengoptimalkan teknologi digital dalam supervisi akademik dan publikasi ilmiah. “Dan tentu saja, kita perlu meneguhkan komitmen terhadap etika akademik dalam setiap proses pembelajaran dan penelitian,” tambah Khairul.

Program PMDSU sendiri pertama kali diluncurkan pada 2013 dan telah menjadi instrumen penting dalam upaya percepatan peningkatan jumlah doktor di Indonesia. Saat ini, dari sekitar 240 ribu dosen di perguruan tinggi, baru 25 persen yang memiliki gelar doktor.

“Karena itu, percepatan harus terus dilakukan, dan salah satu jalur strategisnya adalah melalui PMDSU,” ujarnya. Ia pun menegaskan bahwa peluncuran batch ke-9 ini bukan sekadar seremoni.

“Kami memaknainya sebagai momentum penting dalam perjalanan transformasi pendidikan tinggi Indonesia. Mari kita bergandengan tangan mencetak lebih banyak doktor muda yang tidak hanya andal di laboratorium, tapi juga mampu menjadi pemimpin pemikiran dan agen perubahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Khairul juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam merancang dan menyiapkan program ini. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati langkah kita bersama,” tutupnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru