Jampidsus Siap Sampaikan Pengakuan dalam Proses Acara yang Benar

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jampidsus Febrie Adriansyah menyampaikan konferensi pers di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7).

Jampidsus Febrie Adriansyah menyampaikan konferensi pers di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7).

JAKARTA – Jampidsus Febrie Adriansyah muncul ke publik dalam konferensi pers di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7). Febrie yang terseret kasus temuan fantastis penggeledahan yang dilakukan Polri di sejumlah tempat, termasuk 74 kg emas batangan dan uang setengah triliun di sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jabar, mengaku siap memberikan pengakuan.

Febrie yang memiliki sepak terjang banyak mengungkap perkara korupsi kakap disebut-sebut sebagai pemilik rumah elite di kawasan Sentul. Dirinya tidak memberi penegasasan apakah uang dan emas tersebut dalam penguasaannya. Namun dia menegaskan bakal memberikan pengakuan dalam proses hukum acara yang benar.

“Uang yang ditemukan di rumah di Sentul itu ada yang punya,” kata Febrie, dalam konferensi pers yang didampingi para direktur dan Sekretaris PKH.

“Ada yang punya, ada kegiatan bisa ditanya. Orang-orang, kegiatan bisa ditanya. Ada bangunannya bisa nanti dicek,” sambung Febrie.

Dirinya menambahkan pula semua informasi bakal disampaikan dalam proses acara yang benar. “Akan dijelaskan dalam suatu proses acara yang benar, paham?”

Penyidik Kortastipidkor Polri-Polda Metro Jaya menyita uang Rp476 miliar dan 74 kg emas batangan dari rumah di Sentul. Sedangkan dari Kafe De Clan, di Cipete, Jaksel, penyidik menyita uang Rp60 miliar. Febrie membantah sebagai pemilik kafe itu.

“Jampidsus tidak ada keterkaitan dalam bisnis yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete,” tuturnya.

Febrie menegaskan pula bahwa pihaknya menghormati proses-proses hukum yang dilakukan Polri, namun menunggu hasil penyidikan. “Makanya kita tunggu hasil penyidikannya,” kata Febrie yang mengaku masih melakukan tugas-tugas Jampidsus dan Ketua Pelaksana Satgas PKH.

Kortastipidkor Polri-Polda Metro Jaya menyidik perkara hukum PLN berkaitan dengan blackout Sumatera, penanganan kasus Asabri, Krakatau Steel dan Jiwasraya. Febrie mengaku tidak paham mengapa dikaitkan dengan perkara blackout Sumatera. Dia mengimbau polisi melakukan audit terlebih dulu untuk memastikan adanya unsur perbuatan melawan hukum.

“Jadi untuk blackout lebih baik kita tunggu saja rekan-rekan penyidik nanti mengungkap dan sebaiknya ditanya ke sana,” pinta Febrie.

Berita Terkait

Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Diduga Bukan Mahasiswa, Azmi Minta Polda Metro Jaya Usut Tuntas
BAP Tambahan F Kembali Tertunda, Kuasa Hukum Siapkan Pengaduan ke Propam
Gugatan Akta Kelahiran Kandas Lagi, Naomi Nahuway Kembali Dimenangkan Pengadilan
KUHP-KUHAP Baru Jadi Tantangan Polisi, Polda Riau Perkuat Kesiapan Penyidik
Habiburokhman Ingatkan Bahaya RUU Perampasan Aset, Jangan Jadi Senjata Politik
Siang Ini Febrie Adriansyah Jalani Sidang Perdana, 38 Aset Tanah Senilai Rp846 Miliar Disita
OTT Oknum Pejabat Perumdam dan Auditor BPK, LAKI Soroti Integritas Pengawasan
Aset Yayasan Cahaya Ilmu Diadukan ke Polres Sragen, Status Suzuki R3 Diminta Diusut

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:07 WIB

Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Diduga Bukan Mahasiswa, Azmi Minta Polda Metro Jaya Usut Tuntas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:48 WIB

BAP Tambahan F Kembali Tertunda, Kuasa Hukum Siapkan Pengaduan ke Propam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Gugatan Akta Kelahiran Kandas Lagi, Naomi Nahuway Kembali Dimenangkan Pengadilan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:23 WIB

KUHP-KUHAP Baru Jadi Tantangan Polisi, Polda Riau Perkuat Kesiapan Penyidik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Habiburokhman Ingatkan Bahaya RUU Perampasan Aset, Jangan Jadi Senjata Politik

Berita Terbaru