Gen-Z Terjun ke Dunia Hukum, Yustinus Jasrin Ingin Bela Masyarakat Kecil

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yustinus Jasrin Merin Jemadu (foto. lazir)

Yustinus Jasrin Merin Jemadu (foto. lazir)

JAKARTA — Bagi Yustinus Jasrin Merin Jemadu, hukum bukan sekadar mata kuliah yang dipelajari di bangku kampus. Bagi anak muda kelahiran Bekasi, Mei 2004, itu adalah jalan yang sejak kecil ingin ditempuh.

Yustinus mengaku sudah memiliki cita-cita menjadi pengacara sejak usia dini. Ketertarikannya semakin kuat setelah melihat sosok pengacara yang selama ini menjadi idolanya, Hotman Paris Hutapea.

“Cita-cita saya sejak kecil memang ingin menjadi pengacara. Saya melihat dan mengidolakan Bang Hotman Paris, sehingga saya semakin terpacu untuk menekuni bidang hukum,” kata Yustinus.

Kini, cita-cita tersebut mulai diwujudkan. Yustinus telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) pada 2026.

Di tengah proses mempersiapkan diri menjadi advokat, Yustinus juga aktif di Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DKI Jakarta.

Baginya, organisasi tersebut menjadi ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus belajar memahami persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

“Bergabung dengan LAKI salah satunya karena ada fungsi advokasi masyarakat. Saya juga bisa melatih diri dan meningkatkan skill untuk mempersiapkan diri menjadi advokat,” ujar pria kelahiran Bekasi ini.

Sebagai generasi muda yang memilih serius menekuni dunia hukum, Yustinus memiliki perhatian terhadap persoalan keadilan dan kepastian hukum.

Ia berharap hukum di Indonesia tidak hanya hadir sebagai aturan tertulis, tetapi benar-benar memberikan perlindungan, terutama bagi masyarakat kecil yang kerap membutuhkan kepastian ketika berhadapan dengan persoalan hukum.

“Harapan saya, hukum di Indonesia bisa memberikan keadilan bagi masyarakat. Masyarakat kecil sangat membutuhkan kepastian hukum dan keadilan,” tuturnya.

Yustinus juga menyoroti masih adanya kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk aparat penegak hukum. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena lembaga penegak hukum seharusnya menjadi bagian penting dalam memastikan hukum berjalan dengan benar.

“Ketika ada penegak hukum yang justru terjerat kasus korupsi, tentu sangat mengecewakan. Mereka seharusnya menegakkan hukum, bukan malah bermain di belakang hukum itu sendiri,” katanya.

Ketertarikannya pada dunia advokasi juga membuat Yustinus memberi perhatian terhadap penyelenggaraan pemerintahan di DKI Jakarta.

Ia berharap setiap kebijakan yang dibuat Pemerintah Provinsi Jakarta dilakukan secara transparan dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Kami berharap setiap kebijakan Pemerintah Provinsi Jakarta dilakukan secara transparan dan berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yustinus, LAKI juga dapat menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mendorong keterbukaan serta mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

Ia menambahkan, laporan masyarakat terkait dugaan persoalan hukum juga perlu ditangani melalui mekanisme yang berlaku dan didukung data yang dapat diverifikasi.

“Kalau ada aduan dari masyarakat, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Data-data yang disampaikan juga harus kami verifikasi agar menjadi informasi yang faktual,” katanya.

Yustinus melihat generasi Z kini semakin dekat dengan isu-isu hukum. Perkembangan media sosial membuat berbagai kasus hukum mudah diketahui publik dan memunculkan diskusi di kalangan anak muda.

Fenomena tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa Gen-Z tidak lagi pasif ketika melihat persoalan yang dianggap menyangkut keadilan.

“Saya melihat semakin banyak Gen-Z yang mengikuti kasus-kasus hukum. Banyak yang mulai kritis dan berani menyuarakan persoalan yang terjadi,” katanya.

Ia juga melihat istilah no viral, no justice ikut memengaruhi cara generasi muda memandang persoalan hukum. Kasus yang ramai di media sosial sering kali mendapatkan perhatian publik lebih luas.

Namun, bagi Yustinus, perhatian tersebut tetap perlu dibarengi sikap kritis dan pemahaman terhadap fakta.

“Gen-Z harus bisa melakukan perubahan di masyarakat. Tren di media sosial menunjukkan banyak anak muda yang mulai kritis, tetapi tetap harus melihat persoalan berdasarkan fakta dan aturan hukum,” ujarnya.

Perjalanan Yustinus di dunia hukum masih panjang. Namun, dari cita-cita masa kecil untuk menjadi pengacara hingga langkahnya menyelesaikan pendidikan hukum dan terjun dalam aktivitas advokasi, ia telah memilih jalur yang ingin ditekuni.

Bagi Yustinus, menjadi advokat kelak bukan hanya soal profesi, tetapi juga kesempatan untuk membantu masyarakat mendapatkan hak dan kepastian hukum.

“Ke depan, saya ingin menjadi advokat yang bisa membela masyarakat, khususnya mereka yang haknya dilanggar dan membutuhkan pendampingan hukum,” pungkasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Putusan Praperadilan Dipersoalkan, Hakim PN Batam Dilaporkan ke Komisi Yudisial
IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan
Pangkalan LPG 3 Kg Diduga Wajib Beli Bright Gas, KPPU Mulai Periksa PT Hibarnas Jaya
Kuasa Hukum Jainudin dan Holid Arman Ajukan Audiensi ke Bareskrim
LAKI Soroti RUU Perampasan Aset: Koruptor Kabur, Meninggal, atau Bebas, Hartanya Tetap Bisa Dikejar
Jaksa Dilarang Banding-Kasasi Putusan Bebas, Praktisi Hukum: Sejalan dengan KUHAP Baru
Karhutla Sumatera-Kalimantan Disorot, Komisi III DPR Minta Dalang dan Pemodal Diburu
Payung Hukum Sudah Ada: Perkara Victor Segera Berujung Penetapan Tersangka

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:23 WIB

IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan

Jumat, 18 September 2026 - 17:21 WIB

Gen-Z Terjun ke Dunia Hukum, Yustinus Jasrin Ingin Bela Masyarakat Kecil

Rabu, 16 September 2026 - 08:49 WIB

Pangkalan LPG 3 Kg Diduga Wajib Beli Bright Gas, KPPU Mulai Periksa PT Hibarnas Jaya

Selasa, 1 September 2026 - 13:16 WIB

Kuasa Hukum Jainudin dan Holid Arman Ajukan Audiensi ke Bareskrim

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:53 WIB

LAKI Soroti RUU Perampasan Aset: Koruptor Kabur, Meninggal, atau Bebas, Hartanya Tetap Bisa Dikejar

Berita Terbaru

Audi Marissa dan Anthony Xie.(foto.ist)

Hiburan

Audi Marissa dan Anthony Xie Rujuk, Kembali Serumah

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:30 WIB