JAKARTA – Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengecam keras dugaan penyembunyian gadget milik penumpang oleh oknum awak kabin Garuda Indonesia dalam penerbangan GA 716 rute Jakarta–Melbourne.
Ketua FKBI, Tulus Abadi, menyebut tindakan tersebut sangat memalukan dan tak sejalan dengan reputasi maskapai plat merah itu.
“Jika benar dugaan bahwa ada oknum kru Garuda yang menyembunyikan barang tertinggal milik penumpang, itu sangat memalukan. Selevel Garuda, kok bisa melakukan tindakan kleptomania seperti itu?” ujar Tulus kepada wartawan, Senin (10/6/2025).
Menurut Tulus, langkah manajemen Garuda Indonesia yang langsung menonaktifkan seluruh awak kabin dalam penerbangan tersebut merupakan tindakan tepat. Namun, ia menilai hal itu belum cukup.
“Manajemen Garuda tak cukup hanya ‘mengandangkan’ kru. Mereka harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur penanganan barang tertinggal di seluruh lini. Ini demi perlindungan konsumen dan menjaga kepercayaan publik,” katanya.
Ia bahkan membandingkan Garuda Indonesia dengan perusahaan taksi swasta yang menurutnya lebih profesional dalam menangani barang penumpang yang tertinggal.
“Masa standar Garuda kalah dengan perusahaan taksi berlogo burung biru? Mereka saja punya sistem pengembalian barang yang lebih baik,” sindirnya.
Garuda Indonesia selama ini dikenal sebagai maskapai yang kerap mendapatkan penghargaan internasional, termasuk predikat “The World’s Best Cabin Crew” versi Skytrax. Namun, menurut Tulus, reputasi tersebut bisa rusak hanya karena kelalaian atau dugaan kesengajaan satu dua oknum.
“Dengan citra sebesar itu, kok tega mencoreng nama baik maskapai hanya karena sebuah handphone?” ucapnya heran.
Pihak Garuda Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan investigasi internal atas laporan penumpang dan sanksi terhadap oknum yang diduga terlibat. Namun manajemen menyatakan tengah menindaklanjuti pengaduan tersebut secara serius.
Penulis : lazir
Editor : ameri













