FKBI Minta Pemerintah Batasi Potongan Komisi Aplikator Ojek Online Maksimal 15%

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan Pengemudi Ojek Online Melakukan Aksi Demonstrasi Menuju Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Ribuan Pengemudi Ojek Online Melakukan Aksi Demonstrasi Menuju Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

JAKARTA – Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menyampaikan sikap resmi terkait rencana Kementerian Perhubungan menaikkan tarif ojek online sebesar 8–15 persen.

FKBI menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan aksesibilitas layanan transportasi digital, terutama bagi konsumen berpenghasilan menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua FKBI Tulus Abadi mengungkapkan, berdasarkan survei nasional yang dilakukan pada pertengahan Juli 2025, sebanyak 68 persen konsumen menyatakan akan mengurangi frekuensi penggunaan atau menunggu diskon jika tarif naik. Di sisi lain, simulasi IDEAS menunjukkan bahwa mitra pengemudi hanya memperoleh tambahan pendapatan bersih sekitar Rp8.000–Rp15.000 per hari jika potongan komisi aplikator tetap 20 persen.

“Kenaikan tarif hanya akan berdampak positif jika aplikator tidak mengambil porsi berlebih. Potongan 15 persen adalah batas rasional agar konsumen tetap terlindungi dan pengemudi memperoleh manfaat nyata,” ujar Tulus Abadi di Jakarta, Satu  (26/7/2025).

Rekomendasi FKBI
Berdasarkan hasil analisis willingness to pay (WTP) dan ability to pay (ATP), FKBI merekomendasikan penyesuaian potongan komisi aplikator menjadi maksimal 15 persen sebagai titik keseimbangan yang adil. Simulasi menunjukkan bahwa dengan potongan tersebut, pengemudi dapat memperoleh pendapatan bersih rata-rata Rp122.187 per hari atau naik 15 persen, sementara harga konsumen tetap berada di kisaran Rp14.375–Rp16.912 per perjalanan.

Selain itu, FKBI mendesak pemerintah untuk memperkuat regulasi agar ekosistem transportasi daring lebih inklusif dan berkeadilan. Beberapa poin penting yang diusulkan, antara lain:

Menetapkan batas maksimal potongan komisi 15 persen secara nasional;

Menyusun formulasi tarif berbasis WTP–ATP per zona;

Mewajibkan audit dan pelaporan berkala atas penggunaan potongan komisi oleh aplikator;

Melibatkan lembaga perlindungan konsumen dalam proses regulasi transportasi daring;

Meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terlibat aktif dalam penataan ekosistem ojek online;

Mendesak adanya regulasi komprehensif terkait standar pelayanan, keamanan, keselamatan, serta standardisasi mitra pengemudi.

“Dalam ekosistem digital yang inklusif, keadilan relasional antara aplikator, pengemudi, dan konsumen harus menjadi prinsip utama,” tegas Tulus.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Produk UMKM Sulit Tembus Pasar Global? Barantin dan Kemendag Siapkan Langkah Ini
Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu
Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027
1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton
Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini
Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru
Kuota Tuna Sirip Biru Indonesia Naik 25 Persen, Berpeluang Tembus 3.170 Ton per Tahun
Laba BULOG Cetak Rekor Rp2,4 Triliun, Akhir Tahun Diprediksi Tembus Rp3 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Hashim Ungkap Rencana HP Gratis untuk Warga, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Drone Pembersih Insulator Listrik Diuji, Duta Topkey Energi Bidik Implementasi pada 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:42 WIB

1.985 Koperasi Merah Putih Masuk Jaringan BULOG, Pesanan Beras SPHP Capai 624 Ton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp20.000 per Gram, Perak Ikut Melemah Hari Ini

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Garam Merah Putih Bima Siap Tembus Pasar Nasional, Petambak Lokal Punya Harapan Baru

Berita Terbaru