Bulog Serap 1 Juta Ton Gabah Setara Beras, Stok Nasional Tembus 2,5 Juta Ton

- Penulis

Senin, 14 April 2025 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Susana panen raya yang berlangsung pada April ini. (dok. rentak.id)

Susana panen raya yang berlangsung pada April ini. (dok. rentak.id)

JAKARTA –  Di tengah panen raya yang berlangsung pada April ini, Perum Bulog menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga pertengahan bulan, Bulog telah menyerap lebih dari 1 juta ton gabah setara beras—angka yang menjadi tonggak penting dalam pelaksanaan penugasan pemerintah.

“Angka ini adalah hasil nyata dari strategi jemput bola yang kami jalankan langsung ke lapangan,” ujar Arwakhudin Widiarso, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog,  Senin  (14/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa Bulog telah membentuk tim khusus untuk turun langsung ke sawah dan menyerap Gabah Kering Panen (GKP) milik petani secara langsung.

Tak hanya itu, Bulog juga menggandeng penggilingan padi dari skala besar hingga kecil. Kolaborasi ini memungkinkan penyerapan gabah tidak hanya dalam bentuk beras siap konsumsi, tetapi juga dalam bentuk pengolahan gabah petani menjadi beras berkualitas.

“Selain dari penggilingan, kami juga mendapat dukungan luar biasa dari Dinas Pertanian, para penyuluh, hingga jajaran TNI dan Babinsa,” tambah Arwakhudin. “Dengan sinergi ini, kami bisa memetakan titik-titik panen di seluruh wilayah dan memastikan serapan dilakukan secara optimal.”

Langkah agresif Bulog ini berdampak langsung pada penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang saat ini sudah melampaui angka 2,5 juta ton.

“Beberapa gudang Bulog bahkan sudah penuh. Karena itu kami bekerja sama dengan pihak lain untuk menyewa unit gudang tambahan demi menyimpan hasil serapan kami,” beber Arwakhudin.

Ia menegaskan bahwa momentum panen raya kali ini akan terus dimaksimalkan, sejalan dengan penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional. “Semakin banyak gabah yang kami serap, semakin banyak pula petani yang mendapatkan harga baik. Ini bukan hanya soal logistik, tapi juga kesejahteraan petani,” ucapnya.

Pemerintah sendiri telah menetapkan harga pembelian Gabah Kering Panen dari petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini disambut antusias oleh para petani karena memberikan kepastian harga yang menguntungkan.

“Dengan adanya harga pembelian dari pemerintah, petani tidak perlu khawatir soal permainan harga pasar. Mereka bisa fokus pada hasil panennya,” kata Arwakhudin.

Bulog juga terus menggencarkan sosialisasi dan publikasi agar lebih banyak petani terlibat dalam proses serapan. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat stok beras nasional, tetapi juga mendorong terciptanya swasembada pangan yang berkelanjutan. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Jembatan Bailey di Brebes Rampung, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Kian Cepat
Wamenaker Afriansyah Noor Fasilitasi Dialog PT Multistrada dan Serikat Pekerja di Bekasi
Perpres Potongan Ojol Maksimal 8 Persen Resmi Berlaku, KSPI Kawal Hak Driver Dapat 92 Persen Pendapatan
Underpass Bitung Tangerang Dibangun, Kemacetan Jalur Pantura dan Akses Tol Merak Bakal Terurai
Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA
Menko Polkam Djamari Chaniago: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat
Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer
Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:27 WIB

Jembatan Bailey di Brebes Rampung, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Kian Cepat

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:43 WIB

Wamenaker Afriansyah Noor Fasilitasi Dialog PT Multistrada dan Serikat Pekerja di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:49 WIB

Perpres Potongan Ojol Maksimal 8 Persen Resmi Berlaku, KSPI Kawal Hak Driver Dapat 92 Persen Pendapatan

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:29 WIB

Underpass Bitung Tangerang Dibangun, Kemacetan Jalur Pantura dan Akses Tol Merak Bakal Terurai

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA

Berita Terbaru