Bukan Pelaku Joki, Aurellia Devina Putri Jadi Korban Kesalahan Teknis SNPMB UTBK 2025

- Penulis

Rabu, 30 April 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) saat mengungkap kecurangan. (dok. retak.id)

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) saat mengungkap kecurangan. (dok. retak.id)

JAKARTA — Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 mengklarifikasi kesalahan dalam tayangan konferensi pers terkait dugaan kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Eduart Wolok, menyatakan bahwa salah satu nama peserta yang sempat ditampilkan, Aurellia Devina Putri, tidak terbukti melakukan kecurangan apa pun.

“Perlu kami luruskan bahwa terjadi kekeliruan pencantuman foto kartu peserta dalam slide tayangan pada konferensi pers tanggal 29 April 2025. Nama Sdr. Aurellia Devina Putri yang muncul pada gambar nomor 3 seharusnya tidak ada di sana. Yang bersangkutan tidak terlibat dalam praktik perjokian atau pelanggaran lainnya dalam UTBK-SNBT 2025,” ujar Prof. Eduart dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Ia menambahkan bahwa kekeliruan tersebut murni kesalahan teknis dan tidak berdampak pada proses seleksi maupun hak-hak peserta.

“Kami secara tulus memohon maaf kepada peserta yang terdampak, khususnya kepada Sdr. Aurellia Devina Putri dan keluarga. Klarifikasi ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, konferensi pers Panitia SNPMB pada 29 April 2025 menyoroti adanya indikasi kecurangan berupa penggunaan joki oleh sejumlah peserta UTBK 2025 sesi 1 hingga sesi 12. Tayangan slide yang menampilkan kartu peserta menjadi viral di media sosial dan menimbulkan spekulasi publik.

SNPMB berharap klarifikasi ini dapat menjadi rujukan resmi sekaligus meluruskan informasi yang terlanjur menyebar luas di media sosial. Proses investigasi terhadap dugaan kecurangan lainnya tetap berlangsung dan panitia berkomitmen menjaga integritas seleksi masuk perguruan tinggi negeri. ***

Berita Terkait

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar
Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen
Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
20 Talenta Muda Indonesia Adu Keterampilan di WorldSkills Competition Shanghai 2026
Guru Besar Yuddy Chrisnandi Dukung Langkah Prabowo Gratiskan Pendidikan Negeri
Galeri Kejuruan di Cimahi Diresmikan, Mendikdasmen Dorong SMK Perkuat Inovasi dan AI

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:48 WIB

FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Rabu, 30 September 2026 - 10:13 WIB

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Pancasila Tak Cukup Diajarkan di Kelas, Ini yang Diperkuat Kemendikdasmen

Jumat, 25 September 2026 - 14:23 WIB

Forses 2026 Digelar, Mendiktisaintek Dorong K/L Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru