Aksi Buruh 20 Juni: Tuntut Hentikan Perang Iran-Israel dan Genosida di Gaza

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Di tengah eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah dan penderitaan warga sipil di Gaza yang makin mengkhawatirkan, Partai Buruh bersama Koalisi Serikat Pekerja (KSP-PB) akan menggelar aksi solidaritas besar-besaran pada Jumat, 20 Juni 2025.

Lebih dari 60 konfederasi dan federasi serikat buruh tingkat nasional, serta organisasi rakyat dari kalangan petani, nelayan, guru, dan elemen masyarakat lainnya, akan turun ke jalan dalam aksi yang diperkirakan diikuti ribuan peserta.

Aksi dijadwalkan dimulai dari kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta, dilanjutkan long march menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan berakhir di Kedutaan Besar Mesir.

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini merupakan panggilan nurani atas tragedi kemanusiaan global yang tidak bisa lagi diabaikan.

“Buruh bukan hanya bekerja. Buruh adalah manusia. Dan perang, seperti yang terjadi hari ini, telah mencabut kemanusiaan kita,” ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya, Rabu (18/6/2025).

“Perang menciptakan PHK, menghancurkan ekonomi rakyat, dan memporak-porandakan masa depan pekerja di seluruh dunia. Karena itu, buruh harus berdiri paling depan melawan perang!”

Dalam aksinya, Partai Buruh dan KSP-PB membawa tiga tuntutan utama yang mereka sebut sebagai “suara kemanusiaan”:

Hentikan perang antara Iran dan Israel.

Hentikan genosida di Gaza. Bebaskan Palestina.

Desak PBB dan Pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan seluruh perang di dunia.

Said Iqbal juga meminta agar Kedutaan Mesir segera meneruskan seruan massa kepada Presiden Mesir untuk membuka perbatasan Rafah, yang menjadi jalur vital masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza yang kini terkepung.

“Aksi ini bukan sekadar pernyataan politik,” tegasnya, “Ini adalah bentuk solidaritas lintas batas. Pembantaian tidak boleh dibungkam. Penjajahan tidak boleh menjadi rutinitas.”

Di akhir pernyataannya, Said Iqbal menyampaikan seruan yang menjadi inti dari aksi ini:
“SAVE PALESTINE. SAVE PEOPLE OF THE WORLD. AGAINST WORLD WAR.”

Ia pun menyerukan kepada PBB, Pemerintah Amerika Serikat, dan negara-negara di dunia, termasuk Pemerintah Indonesia, untuk mengambil langkah berani dan tegas: hentikan perang Iran–Israel, akhiri genosida di Gaza, dan bebaskan Palestina.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Berita Terbaru