SIDOARJO – Perum BULOG memperluas distribusi beras murah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebanyak 107 koperasi di tujuh provinsi telah menerima beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan total volume 53,5 ton.
Penyaluran tersebut telah rampung 100 persen, setara dengan 10.700 kemasan beras ukuran 5 kilogram. BULOG kini melanjutkan pemenuhan kebutuhan di 1.250 titik KDKMP, dengan target perluasan bertahap hingga 8.000 titik.
Jawa Tengah menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, yakni 47 koperasi, disusul Jawa Timur sebanyak 42 koperasi. Sisanya tersebar di Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Banten.
Dukungan tersebut ditegaskan dalam peninjauan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, KDKMP dirancang sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus saluran berbagai program pemerintah.
“KDKMP dibangun agar perekonomian tumbuh di desa. KDKMP juga akan menyalurkan berbagai program bantuan dan subsidi pemerintah, seperti pupuk bersubsidi, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan beras, beras SPHP, LPG 3 kilogram, minyak goreng, serta alat dan mesin pertanian (alsintan),” ujar Zulkifli.
Ia menambahkan, koperasi tersebut juga akan berperan sebagai agen bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pihaknya siap menjaga pasokan beras SPHP untuk mendukung operasional koperasi. BULOG juga membuka pemesanan tanpa pembatasan kuota bagi KDKMP sesuai kebutuhan dan ketentuan penugasan.
“Kami mendukung penuh kesiapan pasokan beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan koperasi dengan tidak membatasi kuota pemesanan beras SPHP bagi KDKMP, serta terus memperkuat koordinasi agar proses pemesanan, pengiriman, dan pelayanan dapat berjalan dengan lancar,” kata Ahmad Rizal.
Koperasi Jadi Titik Penyaluran Bantuan Pangan
Selain menjual beras SPHP, BULOG mulai melibatkan KDKMP sebagai lokasi penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat. Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 28 koperasi di lima provinsi telah digunakan sebagai titik serah bantuan.
Rinciannya, 16 titik di Jawa Timur, lima di Jawa Barat, empat di Jawa Tengah, dua di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan satu di Sulawesi Selatan.
Penyaluran bantuan tetap mengutamakan ketepatan sasaran melalui verifikasi identitas dan pencocokan data penerima manfaat. Sementara itu, bantuan di wilayah yang koperasinya belum siap tetap disalurkan melalui mekanisme reguler agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
Perluasan jaringan distribusi ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan operasional koperasi. BULOG juga berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, PT Agrinas Pangan Nusantara, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Melalui skema tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat jalur distribusi pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Penulis : lazir
Editor : ameri






