JATINANGOR – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sumber daya manusia unggul dan berintegritas. Hal itu tercermin dalam peresmian tiga gedung fakultas baru di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Jawa Barat, yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rabu (7/5/2025).
“Keberadaan gedung-gedung ini bukanlah sekadar pencapaian fisik,” ujar AHY dalam sambutannya. “Melainkan bagian dari visi besar untuk menjadikan IPDN sebagai center of excellence dalam mencetak aparatur sipil negara yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat kepemimpinan.”
Adapun ketiga fakultas yang diresmikan mencakup Fakultas Manajemen Pemerintahan, Fakultas Politik Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat. Pembangunan fasilitas baru ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur pendidikan, yang menurut AHY, merupakan pondasi utama dalam menyiapkan SDM pamong praja yang siap mengabdi hingga ke pelosok Tanah Air.
“Dalam satu tarikan napas yang sama, kita berharap pembangunan infrastruktur seperti ini segera memberi dampak nyata terhadap sektor pendidikan, pelatihan, dan pengembangan human capital. Karena pada akhirnya, SDM inilah yang akan menjadi penggerak utama pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.
AHY juga menegaskan bahwa IPDN bukan hanya institusi pendidikan biasa, melainkan kawah candradimuka bagi calon-calon pemimpin birokrasi masa depan. “IPDN harus terus menjadi tempat penempaan kader pamong praja, bukan hanya dengan kecakapan teknis, tetapi juga etika, semangat pengabdian, dan kepemimpinan yang kuat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa pembangunan ini selaras dengan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yaitu memperkuat pembangunan SDM, pendidikan, serta pemberdayaan generasi muda dan kelompok rentan. “Ini bukti konkret bahwa pemerintah serius dalam investasi jangka panjang di bidang pendidikan,” kata AHY.
Tak hanya itu, AHY juga mengajak seluruh sivitas akademika IPDN untuk terus berinovasi. “Saya mengajak IPDN untuk memperkuat kurikulum, membangun jejaring kolaborasi lintas lembaga, dan terus menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada setiap praja,” tambahnya.
Peresmian ini turut menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan IPDN. Gedung-gedung baru tersebut berdiri di atas lahan seluas 28.500 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 7.038 meter persegi. Proyek ini dibangun selama 365 hari, dengan anggaran Rp80 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2023–2024.
Wakil Menteri PUPR, Diana Kusumastuti, menyampaikan bahwa selain memenuhi kebutuhan ruang akademik, bangunan ini dirancang dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan. “Kami ingin memastikan bahwa kualitas infrastruktur pendidikan benar-benar menjadi prioritas, karena ini akan berdampak langsung terhadap kualitas proses belajar-mengajar,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menambahkan bahwa pembangunan ini adalah investasi jangka panjang untuk menyambut visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut IPDN telah melahirkan 58.000 ASN yang kini mengabdi di berbagai lini pemerintahan.
“Ini adalah institusi yang telah melahirkan puluhan ribu aparatur, yang hari ini menjadi garda terdepan di banyak daerah. Kita membutuhkan lebih banyak SDM yang ditempa dan digembleng dengan baik, agar kelak mereka dapat melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini,” tegas Ribka.
Peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Rektor IPDN Suhajar Diantoro, Guru Besar IPDN Hadi Prabowo, Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldilla, serta Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, dan dua deputi, Nazib Faisal dan Rachmat Kaimuddin.













