AHY Paparkan 3 Langkah Konkret Hadapi Urbanisasi dan Krisis Iklim di Forum BRICS Brasil

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY saat di Forum Urbanisasi BRICS ke-4 (dok. rentak.id)

AHY saat di Forum Urbanisasi BRICS ke-4 (dok. rentak.id)

BRASILIA –  Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan tiga langkah konkret untuk menghadapi tantangan urbanisasi dan krisis iklim global.

Hal itu ia tegaskan dalam pidato perdananya sebagai perwakilan Indonesia di Forum Urbanisasi BRICS ke-4 yang digelar di Brasilia, Brasil, Senin (23/6/2025) waktu setempat.

“Hari ini, kita berkumpul sebagai wakil dari berbagai bangsa, namun dipersatukan oleh satu keyakinan: masa depan dunia akan ditentukan di kota-kota kita,” kata AHY di hadapan delegasi negara anggota BRICS yang kini mewakili hampir separuh populasi dunia.

Dalam forum internasional itu, AHY menekankan bahwa urbanisasi dan perubahan iklim merupakan dua tekanan besar yang tengah dihadapi Indonesia dan negara-negara lain. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan kota tak boleh semata dilihat dari aspek fisik, tetapi juga harus menjamin keadilan sosial dan ketahanan lingkungan.

“Kita tidak bisa menerima masa depan di mana kesempatan dibatasi oleh letak geografis atau tingkat pendapatan. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegasnya.

Dalam pidatonya, AHY mengusulkan tiga langkah strategis yang ditawarkan Indonesia sebagai arah kebijakan dan kerja sama global di bidang urbanisasi:

  1. Pemberdayaan Kewilayahan
    AHY mendorong penguatan peran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lokal dalam pembangunan perumahan berbasis kebutuhan rakyat. Menurutnya, ketangguhan kota dimulai dari rumah tangga.

    “Perkuat kapasitas kelembagaan, kewenangan, dan perangkat kebijakan daerah untuk merancang rencana adaptasi iklim lokal yang mengintegrasikan rumah aman dan terjangkau dengan akses terhadap pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan transportasi,” jelasnya.

  2. Investasi Infrastruktur Berkelanjutan
    Ia menekankan pentingnya mendorong infrastruktur yang ramah lingkungan guna meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan emisi.

    “Jaga keseimbangan ekosistem yang terintegrasi dengan pembangunan kota yang akan semakin pesat — mulai dari restorasi hutan mangrove di pesisir utara Jawa hingga koridor smart transport di kota-kota yang terus tumbuh,” tambah AHY.

  3. Akses terhadap Pembiayaan Transformatif
    AHY juga menekankan perlunya sistem pembiayaan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan negara berkembang.

    “Rancang pengelolaan anggaran publik, keterlibatan modal swasta, serta dukungan mitra pembangunan multilateral — termasuk melalui New Development Bank — untuk memperluas pembangunan perumahan tahan iklim, infrastruktur net-zero, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mitigasi risiko perkotaan,” paparnya.

Mengakhiri pidatonya, Menko AHY menyatakan kesiapan Indonesia untuk aktif berkontribusi dalam kerja sama BRICS.

“Indonesia siap berkontribusi melalui pertukaran data, proyek percontohan, dan kebijakan praktis. Bersama-sama, kita bisa membentuk masa depan perkotaan yang inklusif, tangguh terhadap iklim, dan berakar pada prioritas serta inovasi dari negara-negara Global South,” tutupnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru