Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino, BULOG Pastikan Ketahanan Pangan Terjaga

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani saat panen di swah (foto.bulog)

Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani saat panen di swah (foto.bulog)

JAKARTA – Di tengah bayang-bayang kemarau panjang akibat fenomena El Nino, pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Perum BULOG menegaskan bahwa stok beras saat ini berada pada level kuat dan terkendali, sehingga mampu menjadi penopang utama dalam menghadapi potensi tekanan iklim maupun gejolak global.

Ketersediaan beras nasional tercatat sekitar 4,6 juta ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan. Penguatan stok ini ditopang oleh optimalisasi penyerapan hasil panen petani dalam negeri serta pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah oleh BULOG yang terus memastikan distribusi berjalan merata hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa meskipun ancaman El Nino nyata, kondisi stok beras nasional tetap berada dalam posisi aman.

“Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insya Allah pangan kita aman,” ujar Ahmad Rizal, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, capaian stok beras yang tinggi tidak terlepas dari sinergi kuat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan, khususnya dalam memaksimalkan penyerapan hasil panen petani domestik.

“Dengan stok beras yang kuat ini, kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya.

Ke depan, Perum BULOG bersama pemerintah akan terus memperkuat strategi pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah melalui peningkatan serapan dalam negeri, distribusi yang merata, serta penguatan sistem logistik pangan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga, bahkan di tengah tekanan iklim ekstrem.

Selain itu, koordinasi lintas sektor juga akan terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas pangan tetap terjaga.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB