MAGELANG – Koperasi peternakan didorong tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya peternak, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam mengelola produksi dan pemasaran susu. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan pendapatan peternak kambing dan sapi perah.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa saat mengunjungi koperasi peternakan kambing dan sapi perah di Kabupaten Magelang, Jumat (30/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Saleh melihat langsung potensi usaha peternakan sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi peternak, mulai dari penguatan kelembagaan, permodalan, hingga pemasaran hasil produksi.
“Alhamdulillah, saya melihat upaya mandiri yang sangat baik. Ini perlu kita lakukan pembinaan ke depan agar semakin berkembang dan bisa memberikan nilai penghasilan tambahan yang lebih meningkat,” ujar Saleh.
Menurut dia, peningkatan produksi peternakan harus dibarengi dengan pengelolaan koperasi yang profesional. Sebab, produksi yang meningkat tidak akan memberikan dampak ekonomi maksimal apabila tidak diikuti kepastian pasar dan harga jual yang menguntungkan peternak.
“Kita akan berhasil apabila peternak didukung dengan kelembagaan dan usaha yang benar. Kalau yang dikerjakan tidak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peternak, maka hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pemasaran susu kambing. Saleh menilai koperasi perlu memiliki kapasitas usaha dan permodalan agar bisa mengambil peran langsung dalam menyerap hasil produksi anggotanya.
Salah satu skema yang tengah dipertimbangkan adalah menjadikan koperasi sebagai unit penjualan. Dengan pola tersebut, koperasi membeli susu dari peternak untuk kemudian memasarkannya langsung ke pabrik pengolahan atau pembeli utama.
“Kita akan lihat efektivitas dan efisiensinya, termasuk stabilitas harga susu kambing ini dari produsen. Tadi kita ada diskusi apakah koperasi ini bisa menjadi divisi penjualan, sehingga punya modal usaha untuk membeli hasil produksi peternak dan menyalurkannya langsung ke pabrik-pabrik. Kita akan pelajari mana yang terbaik,” jelasnya.
Skema tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai pemasaran dan memperkuat posisi tawar peternak. Namun, penerapannya tetap perlu memperhitungkan kapasitas produksi, kebutuhan pasar, ketersediaan modal, serta biaya operasional koperasi.
“Jangan sampai peternak sudah bekerja keras, tetapi mendapatkan nilai yang kecil. Kita ingin peternak memperoleh hasil yang layak dari usahanya. Karena itu, koperasi harus dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” tegas Saleh.
Selain persoalan pemasaran, pertemuan dengan peternak sapi perah juga membahas kebutuhan peningkatan populasi ternak, akses pembiayaan, serta dukungan sarana produksi dan pengolahan susu.
Saleh menyatakan pemerintah akan mengoordinasikan berbagai kebutuhan tersebut dengan pihak terkait, dengan mempertimbangkan ketentuan dan kondisi peternak di lapangan.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengapresiasi pengembangan usaha kambing perah yang dilakukan Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo.
Menurutnya, pembangunan unit pengolahan susu menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan. Namun, keberadaan fasilitas tersebut harus diikuti kepastian pasar agar usaha dapat terus berjalan.
“Kami berharap ada dukungan untuk perluasan akses pasar. Hari ini kami patut berbangga karena unit pengolahan sudah dibangun secara fisik, tetapi kami menyadari tantangan ke depan masih besar, terutama keberlanjutan pakan, produksi, dan pengelolaan susu sampai produknya bisa diterima di pasar,” ujar Grengseng.
Ia menambahkan, keberlanjutan usaha peternakan tidak hanya bergantung pada fasilitas pengolahan. Ketersediaan pakan, konsistensi produksi, dan kemampuan menghasilkan produk sesuai kebutuhan konsumen juga menjadi faktor penting.
Penguatan koperasi diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menghubungkan peternak dengan pasar secara lebih terintegrasi. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan industri pengolahan, potensi peternakan kambing dan sapi perah di Magelang diharapkan mampu berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi peternak.
Penulis : lazir
Editor : ameri






