AHY di Wisuda ke-182 UNSRI, Gaungkan Optimisme Realistis Hadapi Dunia Tak Pasti

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY bersama Wisuda ke-182 UNSRI (dok. rentak.id)

AHY bersama Wisuda ke-182 UNSRI (dok. rentak.id)

PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak para lulusan Universitas Sriwijaya (UNSRI) membangun optimisme yang realistis dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks. Pesan itu disampaikan AHY saat memberikan orasi motivasi pada Wisuda ke-182 UNSRI di Kampus Indralaya, Sumatra Selatan, Rabu (11/2/2026).

Di hadapan para wisudawan, AHY menegaskan generasi muda akan memasuki realitas dunia yang diwarnai krisis iklim, disrupsi teknologi, urbanisasi, keterbatasan sumber daya alam, serta dinamika geopolitik yang terus berubah. Dalam situasi tersebut, kemampuan beradaptasi dan membaca peluang menjadi kunci.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa beradaptasi dan menjawab semua tantangan itu dengan optimisme. Optimisme yang realistis, realistic optimism,” ujar AHY.

Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia menekankan aset terbesar bangsa bukan semata kekayaan alam, melainkan manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Aset terbesar yang kita miliki bukan sumber daya alam. Dalam jangka panjang, yang paling penting adalah sumber daya manusianya,” tegasnya.

AHY juga mengingatkan pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Infrastruktur, kata dia, tidak boleh dipandang sekadar proyek fisik.

“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal beton, baja, atau aspal. Kita ingin memastikan setiap proyek infrastruktur benar-benar meningkatkan kualitas hidup manusia,” tambahnya.

Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Taufik Marwa menyampaikan apresiasi atas kehadiran AHY yang dinilai memberi makna tersendiri bagi sivitas akademika.

“Wisuda hari ini terasa istimewa. Di tengah-tengah kita hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Dr. Agus Harimurti Yudhoyono,” ujarnya.

Rektor juga berpesan agar para wisudawan menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi kejujuran, amanah, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Usai prosesi wisuda, AHY menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan kepadanya. Ia menilai wisuda bukan sekadar penanda kelulusan akademik, tetapi awal tanggung jawab generasi muda dalam mengambil peran strategis bagi pembangunan bangsa.

“Kita semua tentu mendoakan sekaligus memiliki harapan agar para wisudawan dan wisudawati benar-benar siap menghadapi peluang dan tantangan, baik hari ini maupun di masa depan,” katanya.

Dalam keterangannya kepada media, AHY menegaskan ketidakpastian global—mulai dari isu geopolitik, keamanan, ekonomi, hingga krisis iklim—menuntut Indonesia memperkuat kemandirian nasional melalui pembangunan SDM.

“Tulang punggung kemandirian dan kemajuan bangsa adalah sumber daya manusia yang unggul. Universitas Sriwijaya telah berkontribusi mencetak generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas dan daya saing,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan sains.

“Kebijakan yang baik adalah kebijakan yang berbasis data dan sains teknologi. Karena itu, kami siap membuka dan memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik, termasuk Universitas Sriwijaya,” pungkas AHY.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Wakil Gubernur Sumatra Selatan Cik Ujang, Bupati OKI H. Muchendi Mahzarekki, serta jajaran pimpinan dan senat akademik UNSRI. AHY juga didampingi sejumlah deputi dan staf khusus di lingkungan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru